Saturday, September 19, 2009

Memorabilia of Journey

Personal note in correspondence with the journey to Iedul Fithr;
 

Mahasuci ALLAH dari kepentingan terhadap makhluk.
Apapun yg qta lakukan takkan memberi manfaat maupun mudharat thdp-NYA. Namun IA akan "tersenyum" ridha jika mendapati makhluk-NYA yg beriman kpd-NYA berbuat baik & memberi manfaat bagi sesama. Jika IA mendapati makhluk-NYA bertaubat kpd-NYA pun demikian. KASIH SAYANG-NYA Mahaluas, sangat jauh lebih luas drpd kasih sayang seorang ibu yg paling pengasih & penyayang kpd anak yg paling dikasihi & paling disayangi. Jangan pernah enggan tuk mohon kemaafan & pengampunan dari-NYA, sekotor dan sejahat apapun adanya kita , ketika pinta terucap dan niat baik tertancap dalam dada maka IA akan melimpahkan kemahaluasan kasih-sayang-NYA. DIA menginginkan makhluknya hidup damai, seiring sejalan saling membantu, mengingatkan, dan mengajari, demi kelangsungan & keselamatan hidup makhluk-NYA sendiri.

Adalah sangat sulit untuk mengawal hati dan perbuatan kita agar kedamaian hidup dapat teraih. Tanpa mengasah hati maka akan sulit bagi kita untuk membedakan mana kebaikan sejati dan mana kebaikan palsu yang menipu. Seperti mengasah pemotong yg harus menghadapkan, dan memerangkan alat pemotong dengan sebuah gerinda, lalu dengan apakah hati kita akan diasah? Mungkin tiap makhluk akan menemukan gerindanya masing-masing, namun pada sifatnya tentu akan menyakitkan.. Ya ALLAH, hamba tunduk & pasrah kepada-Mu...


--------------
 
Yaa ALLAH, hamba tunduk dan pasrah kepada-Mu... Hamba jelas-jelas tak mampu melukai-Mu, ataupun memberi mudharat, keburukan apapun terhadap-Mu. dan hamba pun tak mampu membuat-Mu lebih mulia, lebih bermartabat, ataupun memberi mashlahat, kebaikan apapun untuk-Mu. Apapun yang hamba lakukan, ENGKAU tetap berkuasa atas segala sesuatu di bumi yang kecil ini, di angkasa yg begitu luas hingga tak mampu kami jangkau, serta di semua tempat lain yg takkan pernah kami ketahui.

Yaa ALLAH.., ampunilah sgala dosa & ksalahan hamba yang sering kali menyerupakan sifat diri dengan sifat-sifat-Mu, padahal sedikit sekali yg hamba tahu dan sdikit skali yg hamba kuasai, itupun pemberian dari-Mu.


Yaa ALLAH.., sungguh hamba ingin mewujudkan damai di bumi, namun hamba hanya unsur kekuatan kecil dari makhluk-Mu. Begitu banyak pula tantangan dan hambatan dari makhluk-makhluk-Mu yang lain. Yaa ALLAH.., ENGKAU Mahatahu tentang diri hamba, tentang berbagai pinta hamba, tentang apa yg mereka lakukan di depan dan di belakang hamba.


Yaa ALLAH.., dengan segala keterbatasan ini sering kali hamba mempermalukan diri, sering pula menjadi bahan cemooh dan permainan hamba-hamba-Mu yg lain. Mereka hanya tidak mengetahui apa yang hamba lakukan dan hamba lewati. Yaa ALLAH.., perkara-perkara kecil juga snantiasa menyibukkan diri hamba, di saat hamba berpikir atas perkara-perkara yang jauh lebih besar. Sgalanya hamba pasrahkan pada-Mu, yaa ALLAH.., hamba hanya meminta kepada-Mu karena hamba hanya menyembah kepada-Mu.


Yaa ALLAH.., apapun yg harus hamba jalani, hamba berusaha selalu ikhlas, sebagai ketentuan dari-Mu.. ENGKAU Yang Mahatahu. Mungkin smua ini takkan memberi hamba kebaikan sebagai balasan, namun hamba berusaha takkan mengeluh.


Yaa ALLAH.., masukkanlah hamba melalui jalan masuk yg benar, keluarkanlah hamba melalui jalan keluar yg benar, dan anugerahkanlah kepada hamba kekuatan yg mampu menolong makhluk-makhluk-Mu yg lain.. Aamiin...

Holunthalo, 29 bulan 9 (Ramadhan) 1430H,

atau tanggal 19 bulan 9 (September) 2009M.




 

Friday, September 4, 2009

Dzat ﺍﷲ Tidak Bisa Dibayangkan

Al Imam asy-Syafi'i -semoga Allah meridlainya– berkata: 
"Barang siapa yang berusaha untuk mengetahui pengatur-Nya (Allah) hingga meyakini bahwa yang ia bayangkan dalam benaknya adalah Allah, maka dia adalah musyabbih (orang yang menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya), kafir. Dan jika dia berhenti pada keyakinan bahwa tidak ada tuhan (yang mengaturnya) maka dia adalah mu'aththil, atheis (orang yang meniadakan Allah). Dan jika berhenti pada keyakinan bahwa pasti ada pencipta yang menciptakannya dan tidak menyerupainya serta mengakui bahwa dia tidak akan bisa membayangkan-Nya maka dialah muwahhid (orang yang mentauhidkan Allah); muslim".
(Diriwayatkan oleh al Bayhaqi dan lainnya)




Tuesday, September 1, 2009

Tidur Adalah Kiasan (Satu Memorabilia)

Suatu malam seorang ibu mengantar puteri kecilnya tidur. Bersama sang ibu ia membaca doa tidur singkat بسمك ١ﻟﻟﮭﻤﺎ ١حيٵ و بسمك ١موٺ diikuti lafal tarjamahnya dengan nama-Mu yaa ١لله aku hidup, dan dengan nama-Mu aku mati…. Tanpa diduga anak empat tahun itu mengajukan pertanyaan, “Bunda, besok Dhe2 mati ya?”. “Bunda, ayah, dan yang lainnya, semua akan mati”, ibunya mulai penjelasan. “Tapi nanti ketemu lagi di syurga karena kita saling menyayangi..”, lanjut sang ibu. Entah apa yang ada di alam pikiran anak kecil itu, tapi kemudian ia menangis

HARUSKAH MERANA?
Tak lama kemudian pembicaraan beralih ke topik tentang jantung dan darah. “Kalau Dhe2 jatuh, biar berdarah, tapi gak nangis…”, katanya. Kemudian tiba-tiba ia mengatakan sesuatu yang membuat ibunya tersentak. Besok kalau gak ada Bunda, gak ada Tante –pengasuhnya (karena mati), Dhe2 mau jadi pengemis aja!. Kemudian ia menangis, sang ibu memeluknya dengan hangat. Entah apa yang dirasakannya, takut, sedih, atau cinta yang hilang? Hanya ia yang tahu imaginya sendiri. “Dhe2 masih punya Ayah, Kakak, Eyang, Oom, dan lainnya yang sayang sama Dhe2…”, ibunya mencoba menenangkannya. “Jadi gak boleh mengemis…”, lanjut ibunya. “Dhe2 anak pinter, nanti bisa bekerja untuk cari uang. Bunda pingin lihat Dhe2 besar dan punya anak…”. Pikiran putri kecil itu kemudian menerawang entah ke mana.

Sang ibu membiarkannya sesaat sampai putrinya bertanya kembali, dulu waktu Dhe2 kecil Bunda kasih nama Lauren, ya?. Sang ibu menjawab bahwa ayahnya yang memberi nama putrinya itu Lauren. Ketika ibunya bertanya kenapa, putri kecilnya tak menjawab. “Dhe2 suka (nama itu)?”, tanya ibunya. Yang ditanya hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. “Lauren itu artinya mahkota, supaya Dhe2 jadi putri yang cantik…”, ibunya menambahkan. Pembicaraan pun terus berlanjut, tentang keinginannya memiliki adik laki-laki, dan seterusnya hingga kegelapan malam mengantarkannya ke alam mimpi…

TIDUR ADALAH KIASAN
Ya, dari doa yang telah diajarkan dan kita panjatkan, tampaknya tidur adalah sebuah kiasan. Sebuah potret kecil dari gambaran peristiwa besar yang akan dialami semua ciptaan. Bagaimana laku kita sebelum tidur, akan menentukan bagaimana situasi tidur kita dan setelahnya. Jika sebelum tidur laku kita baik, saat tidurpun kita akan tenang, nyaman, dan tak jarang sambil mengulum senyum. Begitupun ketika mata hendak terpejam, perjalanan hari yang indah akan menyusup ke dalam ingatan. Sambil menerawang menembus langit-langit, hati terasa lega, semua terasa indah... Begitupun kurang lebih ketika peristiwa besar kematian kita pada saatnya menjelang... Wallahu a'lam bis shawwab...

"wahai nafs (diri/jiwa) yang tenang, kembalilah kepada Rabbmu dengan hati yang ridha lagi diridhai. maka masuklah ke dalam kumpulan hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku!" (QS Al-Fajr (89) : 27-30)

"O (thou) soul, in (complete) rest and satisfaction. "come back thou to thy Lord well pleased (thyself), and well-pleasing unto Him! enter thou, then among My devotees! Yea, enter thou My heaven!" (The Dawn: 27-30)