Saturday, November 20, 2010

Berita Duka

Assalaamu 'alaikum warahmatullaah...

Yth. Bapak/Ibu/Saudara/Saudari para sahabat dan handai-taulan, INNA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI RAAJI'UUN, telah dipanggil ke hadhirat-Nya, belahan jiwa dan raga kami, IBUNDA KAMI TERCINTA Maryati Marisi binti Raswad Martotaruno, pada usia 75 tahun pada hari JUMAT tasyri' tanggal 12/13 Dzulhijjah 1431H atau bertepatan dengan tanggal 19 November 2010 pukul 07.15 WIB di Kota Tegal, Jawa Tengah.

Sebelum wafat beliau dalam keadaan sehat walafiat, alhamdulillah telah menunaikan 2 hari puasa arafah, menunaikan shalat Ied, dan merayakan Hari Raya Iedul Adha. Pagi itu tiba-tiba almarhumah terjatuh tak sadarkan diri di depan kamar mandi. Satu jam kemudian menghembuskan nafas terakhir dengan tenang, dengan mata dan mulut mengatup dan bibir tersenyum dalam perjalanan ke rumah sakit dipersaksikan oleh sanak-saudara, seorang alim, dan seorang petugas medis. Jenazah almarhumah telah dimakamkan pada hari yang sama pada pukul 22.00 WIB di Pemakaman Umum tanah kelahiran Kelurahan Kalinyamat Kulon Trukan, Kecamatan Margadana, Kota Tegal.

Kami keluarga almarhumah memohon doa semoga almarhumah ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya dan agar keluarga yang ditinggalkan senantiasa tabah. Kami juga memohon keikhlasan Bapak/Ibu/Saudara/Saudari para sahabat dan handai-taulan terutama yang mengenal beliau secara pribadi agar MENGIKHLASKAN kepergian beliau dan MEMBUKAKAN PINTU MAAF jika ada khilaf yang pernah beliau perbuat. Allahummaghfirlahaa, warhamhaa, wa'afihi wa'fu'anhaa, waj'al jannata matswahaa, aamiin...

Wassalaamu 'alaikum warahmatullah wa barakaatuh,

Kami yang berduka cita,
KELUARGA BESAR PRINGADI


Monday, November 15, 2010

Tentang Teh


Nge-teh atau minum teh telah menjadi bagian hidup tak terpisahkan dari Wong Tegal. Dengan beberapa macam sebutan seperti MOCI atau NUBRUK, teh merupakan bagian dari budaya.

Bagi orang Tegal, teh adalah penghormatan dan keramahan. Wong Tegal hampir selalu menyajikan teh bagi para tamunya. Teh yang disajikan bukanlah teh celup yang merupakan produk massal akhir millenium I, bukan pula teh dalam kemasan (seperti yang ramai diiklankan) yang berumur lebih lama. Teh bagi Wong Tegal adalah teh daun masak kasar, atau yang lebih dikenal sebagai teh hitam atau teh tubruk

Bahan perasa minuman alami ini mengandung antioksidan dalam dosis tinggi, dan mampu menetralisasi radikal bebas dalam tubuh. Tidak mengherankan jika kasus2 penyakit kronis jarang ditemui di antara wong2 Tegal. Hal ini karena selain etos kerja wong Tegal yang tinggi (dikenal sebagai para pekerja keras), juga karena budaya minum teh yang lestari.