Friday, December 7, 2012

Untuk Laki-laki Sejati

Rasulullah mengingatkan :
ثَلاَثٌ جِدُّهُنَّ جِدٌّ وَهَزْلُهُنَّ جِدٌّ النِّكَاحُ وَالطَّلاَقُ وَالرَّجْعَةُ
"Tiga perkara yang serius dan bercandanya sama-sama dianggap serius, yakni nikah, talak dan rujuk” (HR. Abu Daud)


Imam Nawawi menjelaskan, “Orang yang mentalak dalam keadaan ridha, marah, serius maupun bercanda, talaknya tetap jatuh”

Hal nikah dan rujuk tentu mudah untuk dipahami semua orang. Namun menjadi cukup rumit ketika harus memahami hal-ikhwal mengenai jatuhnya talak.

Talak pada dasarnya terletak pada perkataan seorang suami. Bagi seorang istri, berapa sering pun ia mengucapkan kata tersebut hal ini tidak akan mengubah status hubungan 2 insan dari halal menjadi haram. Hanya saja jika situasi tersebut memang terjadi, seorang istri yang suka mengucapkan kata talak seperti dimaksud dapat dikatakan sebagai telah melakukan kemungkaran. Kemungkaran terwujud karena ia mengucapkan kata yang tidak disukai dan keadaannya sangat dimurkai oleh Sang Khalik. Selain itu, ia juga telah melakukan provokasi kepada suaminya, sebuah kemungkaran tersendiri. Provokasi seorang istri terhadap suaminya untuk melakukan hal yang membuat ALLAH murka, bukankah itu juga merupakan pelanggaran yang cukup berat?

Tidak ada perbedaan di antara para ahli hukum Islam tentang jatuhnya talak ketika seorang suami mengucapkan kata "talak" atau "cerai" atau "pisah" atau "putus" (bagi pengguna bahasa Indonesia). Jika kata tersebut terucap dari seorang suami maka talak itu bagaimanapun telah jatuh, baik disertai niat di dalam hati maupun tidak. Namun ulama berbeda pendapat jika kata yang digunakan adalah kata-kata derivatifnya, kata-kata yang tidak secara tegas memperlihatkan arti "talak", termasuk di dalamnya adalah rangkaian kalimat serupa. Kita tinggal memilih pendapat mana yang menurut itiqad kita lebih baik untuk diikuti. Yang terbaik adalah jika kita mampu menjaga diri dan lisan kita dari melakukan sesuatu yang buruk meskipun masih diragukan kemungkarannya.

Adalah hal besar untuk mengubah sebuah hukum seperti keadaan 2 insan yang memiliki hubungan yang dihukumi halal kemudian menjadi haram hanya dengan mengucapkan sebuah kata. Entah mengapa dari berjuta hal yang diatur oleh Sang Khalik terdapat sebuah kata yang pengucapannya dapat mengubah hukum. Jawabannya pasti karena kata tersebut mempunyai implikasi yang besar, mempunyai efek yang sangat dahsyat, bahkan dapat mempengaruhi jalannya kehidupan.

Pernikahan dan perceraian adalah tentang hidup dan matinya sebuah generasi. Generasi ini adalah masalah besar karena menyangkut masalah awal penciptaan. ALLAH telah menunjuk manusia sebagai pewaris atau wakil-Nya di bumi. Berhasil atau gagalnya pewarisan ini merupakan concern Sang Pencipta, mengingat pada awalnya Iblis dengan sombong mempersoalkan kebijakan yang digariskan Penciptanya. Hal itu telah menempatkannya sebagai makhluk pertama yang membangkang, dan pada akhirnya kita lah yang akan membuktikan kata-kata siapakah yang benar, Iblis atau Penciptanya, Pencipta kita seluruhnya. Siapa yang akan kita bela, Iblis yang sesama ciptaan, atau ALLAH Sang Pemilik Kehidupan? *




Thursday, November 22, 2012

Dr. Qardhawi

ALHAMDULILLAH. Apakah ada manusia yg sempurna? ”Tak ada manusia yg sempurna!", kata orang. Manusia adalah penciptaan paling sempurna, & Rasulullah adlh manusia utama, mungkinkah beliau orangnya? DR. JUSUF QARDHAWI dg ketinggian ilmu & kebijaksanaannya menerangkan hal ini, mungkin Anda cocok, klik tautan di sini :
http://media.isnet.org/is…/Qardhawi/Fatawa/ImanSempurna.html
Baca juga fatwa2 kontemporer beliau yg penuh kebijaksanaan utk kehidupan sehari2 kita. Membaca karya2 Dr. Qardhawi dijamin sangat mengesankan, menambah rasa haus kita akan fiqh, hukum2 Islam. Sobat2 yg punya kitabnya silakan terus resapi, yg belum punya bisa baca sebagian di webpage tersebut dari urusan hukum nonton televisi, hukum fotografi, hingga urusan sakit dan kematian. Apapun adanya diri kita di masa lalu dan hari ini, mari berusaha jadikan diri kita lebih baik dari waktu ke waktu, semampu kita. Aamiin.
http://media.isnet.org/islam/Qardhawi/Kontemporer/index.html
*Dr. Qardhawi menyitir sebuah hadits :
"Barangsiapa yang meninggal bukan karena melakukan jihad dan tidak dirasakannya (tidak ingin) dalam jiwanya maksud akan berjihad, maka dia mati dalam keadaan sedikit ADA NIFAKnya", dan Al-Quraan menyatakan, tempat munafik adlh di dasar neraka. Na'udzubillaah!





Tuesday, November 20, 2012

Izinkan Hamba Sejenak Membenci

Yaa RABB, mungkin hamba belum mampu mengagungkan nama-MU, namun hamba tak pernah berniat ataupun berusaha mengecilkannya.
Izinkanlah untuk sejenak hamba membenci, kebencian yang tak mampu hamba tanggung, dan karuniakan senantiasa kepada hamba kekuatan lahir dan batin untuk menghadapi ujian hari ini, ésok, dan masa-masa yang akan datang, yaa AZIZ, yaa JABBAR...!




Sunday, September 16, 2012

Cinta dan Kebahagiaan

mengapa berharap kedamaian-kebahagiaan akan tumbuh dari cinta, 

padahal mencintailah yang mampu menumbuhkannya? *solemnly*

Saturday, July 7, 2012

Bukan Kebetulan

Sebuah broadcast pengingat dari orang yang saya hormati, mungkin bermanfaat untuk kita semua : Co-pas dari milis sebelah......... 

Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS
Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR

 

Jika setiap do’a kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR

Seorang yang dekat dengan TUHAN, bukan berarti tidak ada air mata

Seorang yang TAAT pada TUHAN, bukan berarti tidak ada KEKURANGAN

Seorang yang TEKUN berdo’a, bukan berarti tidak ada masa masa SULIT

Biarlah TUHAN yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena TUHAN TAU yang tepat untuk memberikan yang TERBAIK

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN

Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN

Ketika hatimu terluka sangat dalam……, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN

Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN

Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN

Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAH – HATIAN

Tetap semangat….

Tetap sabar….

Tetap tersenyum…..

Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN

TUHAN menaruhmu di “tempatmu” yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN”……

Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan.

MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA…






Saturday, June 30, 2012

HIDUP ADALAH KUMPULAN PARADOX, MUDAH MENJEBAK!

LIFE BEGINS AT 40
"Hidup dimulai pada usia 40 tahun", mengapa orang menyatakan demikian? Mengapa pada usia 40? Salah satu alasannya mungkin adalah karena pada umur 40 usia kita sesungguhnya baru 17 tahunan! 40 dikurangi 1/3 hidup atau 13 tahun 4 bulan yang kita lalui untuk tidur (tidak dihitung). Sisa 26 tahun 8 bulan dikurangi lagi dengan 9 tahun masa kita sebagai anak-anak (tidak dihitung), & hasilnya adalah 17 tahun 8 bulan, kata orang itulah usia sesungguhnya dari seorang yang berumur 40.

Seperti diakui umum oleh berbagai bangsa di hampir semua belahan bumi, usia 17 adalah usia dimulainya kedewasaan. Implikasinya adalah mungkin wajar kalo sebelum umur 40 seseorang dianggap belum memiliki pemikiran yang matang. Kendatipun demikian, sementara ahli maupun orang bijak menyatakan bahwa usia bukan merupakan variabel dari fungsi kedewasaan. Artinya, umur bukanlah penentu tingkat kedewasaan seseorang. Implikasi lainnya, orang yang mengurangi jam tidurnya cenderung untuk lebih tua, lebih cepat mencapai usia sesungguhnya. Semua itu bisa dipahami, namun yang jelas adalah bahwa ada bagian-bagian timeline hidup kita yang tidak kita sadari.

HIDUP ADALAH KUMPULAN PARADOX
"Orang yang lebih tua lebih dewasa" adalah sebuah contoh paradox. Sebuah paradoks dapat diartikan sebagai  sebuah pernyataan atau sekelompok pernyataan yang mengarah kepada sebuah kontradiksi atau ke sebuah situasi yang berlawanan dengan logika atau intuisi. Agar lebih mudah dipahami, kita luaskan maknanya sehingga paradoks adalah sesuatu yang tampaknya benar tapi ternyata salah, atau sebaliknya yang tampaknya salah tapi benar. Ketika sampai di situ maka kita tentu bertanya; benar & salah menurut siapa, atau apa patokannya? Ya, harus ada sesuatu yang mutlak benar, memiliki kebenaran absolut dan kekal. Karena makhluk selalu nisbi maka patokannya adalah Al-Khaliq, Sang Pencipta, yang menjadi & harus dijadikan satu-satunya sumber kebenaran mutlak.

Sangkin luasnya paradoks ini, berbagai disiplin ilmu memasukkan paradoks sebagai bagian yang harus dipelajari. Hukum Paradoks Nilai, Hukum Hasil Yang Semakin Berkurang, Paradoxical Commandments, Hukum Kelembaman, Efek Doppler, dst adalah contoh beberapa pembahasan dari beberapa disiplin ilmu dengan dasar fenomena ini. Maknanya, hidup kita memang dilingkupi paradoks. Lihatlah bumi ini yang tampaknya adalah tempat tinggal yang paling  nyaman & kalau bisa maka ingin kita tinggali selamanya & dengan berbagai cara kita berusaha tetap hidup enak, namun kenyataannya hanyalah sebuah titik kecil di alam semesta yang di dalamnya adalah api yang terus menyala yang setiap saat bisa membakar. Bumi adalah tempat tinggal paling nyaman adalah sebuah paradoks, jika kita melihat the big picture, gambar besarnya atau bahkan detilnya.

Hubungan manusia dengan manusia yang begitu rumit atau begitu sederhana (tergantung pemahaman intuisi maupun logika masing-masing) tak ayal adalah sebuah dunia yang dipenuhi berjuta paradoks. Kita mengenal paradoks ini dengan kata yang lebih akrab, yaitu ujian, sebagai salah satu contohnya. Keadaan A tampak benar, padahal salah. Situasi B tampak salah, padahal benar. Pernyataan C terdengar benar, padahal salah. Kata-kata si D agaknya benar, padahal salah, dst. Dengan demikian, memegang pedoman yang kekal adalah sebuah hal wajib yang harus dilakukan jika tidak ingin pikiran dan perasaan kita diobak-abrik oleh berjuta paradoks yang melingkupi. Sebagai pribadi, di samping selalu melihat gambar(an) besar atau detil, kita juga dituntut mengenal dengan baik siapa diri kita dan kedudukan setiap orang bagi diri kita. Wallaahu a'lam!

Hidup adalah kumpulan paradoks, hanya mereka yang memiliki ketajaman panca indera, pikiran, dan batin akan hidup bahagia, dan sampai ke tempat kembali dengan selamat. Bergembiralah orang yang telah mengenali dengan baik berjuta paradoks yang melingkupi hidupnya.

[bersambung, mungkin...]


Monday, April 30, 2012

About Thought

As a single footstep will not make a path on the earth, so a single thought will not make a pathway in the mind. To make a deep physical path, we walk AGAIN AND AGAIN. To make a deep mental path, we must THINK OVER AND OVER the kind of thought we wish to dominate our lives (Henry D. Thoreau)

And people say; whatever dominates our everyday lives is called GOD!


Tuesday, April 17, 2012

Maknailah...

Lihatlah tempatmu berpijak, hargailah, maknailah, 
kecuali engkau berpijak di atas tanah yangg gersang. 
Kalopun begitu, engkau masih bisa menciptakan makna untuknya, untukmu, & smua yg mgkn akan datang...



Saturday, February 25, 2012

The Oxygen

Tahu gak, berapa banyak oxygen (O2) yg kita könsumsi tiap menit, tiap hari? silakan baca terus, angkanya sangat besar! kalo kita tahu, semestinya kita semua jadi orang baik karena selalu bersyukur atas karunia-NYA.

jantung seorang dewasa, normalnya memompakan 1000 ml OXYGEN tiap menit = 60 liter/jam = 1.440 liter/hari, subhanallah!!! jika tiap liter ditarik biaya bacaan 1 surat dlm Al-Quraan maka dlm 1 hari kita mesti khatam skitar 12x! tapi DIA gak perintahkannya...

bandingkan dg harga O2 di RUMAH SAKIT, itu baru 1 zat yg disebut O2, betapa besar kasih sayang dan betapa luas karunia-Nya. 

(cukup shalat 5 waktu, msg2 untuk 288 liter O2, mudah2an kita smua bisa!)




Saturday, January 28, 2012

Tentang Cinta

Mari bicara ttg cinta di akhir pekan ini! 

CINTA adalah... kehendak untuk menjangkaukan diri (kepada orang lain) dengan tujuan untuk merawat pertumbuhan bathin diri sendiri dan/atau orang lain itu.

(the will to extend one's self for the purpose of nurturing one's own or another's spiritual growth. 
[Erich Fromm, M. Scott Peck, et al.]

JADI, bukanlah cinta jika kita tidak pernah pikirkan keadaan bathin, tingkat spiritual kita sendiri dan orang yang (katanya) kita cintai. 

Have a nice weekend!