Thursday, October 30, 2014

OLAHRAGA!!! (Sambutan Menteri Keuangan 2014)

Atas nama Kementerian Keuangan dan pribadi, saya juga memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pegawai yang telah bekerja keras dalam menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai punggawa keuangan negara. Terus jalin erat persatuan dan kesatuan di antara pegawai, baik melalui kegiatan formal di tempat kerja, maupun melalui wahana informal seperti kegiatan olahraga. Ragam kegiatan tersebut memiliki daya rekat yang tinggi untuk menciptakan kekuatan Kementerian Keuangan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif di abad 21.

(Sambutan Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro pada Peringatan Hari Oeang Ke-68 Tahun 2014)




SAMBUTAN MENTERI KEUANGAN
PADA PERINGATAN KE-68 HARI OEANG

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera untuk kita semua,

Saudara-saudara yang berbahagia,
Puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga pada hari ini kita masih diberi kesempatan untuk merayakan peringatan ke-68 Hari Oeang, serta masih dapat menjalankan tugas dan pengabdian kepada bangsa tercinta.

Menengok ke catatan sejarah bangsa Indonesia, sebuah peristiwa penting terjadi pada tanggal 30 Oktober 1946. Hari itu, Pemerintah Indonesia mengedarkan Oeang Republik Indonesia (ORI) untuk pertama kalinya, serta menyatakan bahwa uang Jepang, uang NICA, dan uang Javasche Bank sudah tidak berlaku lagi. ORI diterima dengan penuh rasa bangga oleh seluruh rakyat Indonesia. Mata uang ini menjadi lambang kedaulatan bangsa Indonesia, wujud rasa percaya diri akan keberadaan sebuah negara yang baru berdiri.

Kelahiran ORI menginspirasi kita untuk meneladani tindakan kepahlawanan di masa lalu. Semangat dan perjuangan untuk menjaga dan mempertahankan kedaulatan bangsa itu nyata adanya. Peristiwa besar tersebut juga mengilhami kita untuk menciptakan peristiwa gemilang di masa kini dalam bentuk perjuangan yang berbeda. Untuk itu, melalui peringatan Hari Oeang, saya mengajak seluruh keluarga besar Kementerian Keuangan, mari kita gelorakan semangat di dada masing-masing dalam perjuangan mengawal keuangan negara menuju Indonesia jaya.

Saudara-saudara,
Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, pada tanggal 17 Agustus 2014, Pemerintah Indonesia secara resmi menerbitkan mata uang rupiah berfrasa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Peluncuran uang NKRI tersebut merupakan salah satu peristiwa penting hasil kerja keras bertahun-tahun. Proses pembahasan Undang-Undang tersebut telah dirintis sejak tahun 2006, dan penetapannya baru dilakukan pada tahun 2011.

Selain menunaikan amanat undang-undang, penerbitan uang NKRI juga memiliki filosofi tersendiri. Uang NKRI merupakan manifestasi Pemerintah yang diwakili oleh Menteri Keuangan dan Bank Indonesia. Lambang Garuda Pancasila, frasa NKRI, dan tanda tangan dua pejabat Pemerintah mempertegas posisi mata uang rupiah sebagai milik NKRI. Peluncuran uang NKRI juga menjadi momentum yang sangat baik bagi negara kita untuk menjadikan rupiah sebagai tuan rumah di negeri sendiri.

Selain itu, uang NKRI akan semakin dihargai dan dihormati mengingat bahwa setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran, penyelesaian kewajiban lainnya yang harus dipenuhi dengan uang, dan/atau transaksi keuangan lainnya yang dilakukan di seluruh wilayah NKRI wajib menggunakan rupiah dengan konsekuensi hukum pidana bagi yang tidak mematuhinya. Dengan uang NKRI ini, kita jadikan kedudukan rupiah semakin kuat sebagai alat pembayaran yang sah dalam kegiatan perekonomian nasional dan internasional guna mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Saudara sekalian,
Peringatan Hari Oeang tahun 2014 berdekatan waktunya dengan terbentuknya pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Oleh karena itu, tepatlah kiranya jika peringatan Hari Oeang tahun ini mengangkat tema "Dengan Semangat Baru, Kita Selaraskan Gerak Kerja Kemenkeu untuk Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat yang Berkeadilan".

Semangat baru dalam kabinet baru diharapkan dapat membawa tambahan energi untuk membangun negeri. Pilihan tema dimaksud juga menunjukkan tekad Kementerian Keuangan untuk dapat bekerja dalam sinergi dan kerja tim yang solid, baik di dalam internal organisasi, maupun dengan kementerian/lembaga lain. Bersama seluruh elemen pemerintahan lainnya, Kementerian Keuangan akan berkoordinasi dalam keselarasan gerak langkah menuju peningkatan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan.

Meningkatkan daya saing, meningkatkan ketahanan ekonomi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif adalah beberapa upaya Pemerintah untuk memantapkan perekonomian nasional. Sementara itu, untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan, Pemerintah telah dan akan terus memperjuangkan pembangunan sumber daya manusia (SOM) berkualitas, penurunan kemiskinan dan pengangguran, mitigasi bencana, dan program peningkatan kesejahteraan rakyat lainnya.

Hadirin yang berbahagia,
Pada tanggal 28 Oktober 2014 kemarin, seluruh bangsa Indonesia juga memperingati Hari Sumpah Pemuda, yaitu momentum historis yang kental dengan heroisme. Melalui Sumpah Pemuda, para pemuda memperjuangkan gagasan tentang negara Indonesia. Sumpah Pemuda juga merupakan pengejawantahan dari upaya mengangkat harkat dan martabat negara Indonesia agar menjadi bangsa yang mandiri dan sejajar dengan bangsa lain.

Dengan peringatan tersebut, para pemuda yang merupakan generasi penerus bangsa diharapkan dapat meningkatkan kualitas dirinya menjadi  SDM yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing sehingga dapat berkompetisi dalam persaingan global. Apalagi sesaat lagi, kita akan menghadapi ASEAN Economic Community 2015. Negara kita harus memiliki strategi jitu untuk meningkatkan daya saing nasional secara keseluruhan. Waktu yang tersisa menjelang ASEAN Economic Community 2015 harus dihadapi dengan melakukan berbagai aksi nyata, utamanya yaitu dengan menyiapkan SOM yang mampu bersaing dengan SOM dari negara ASEAN lainnya.

Saudara-saudara,
Beberapa waktu lalu, Presiden Republik Indonesia telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk memimpin Kementerian Keuangan. Saya bertekad akan memimpin Kementerian Keuangan dengan segenap jiwa dan kemampuan saya. Akan tetapi, dalam menunaikan amanah ini, saya sangat membutuhkan dukungan, bantuan, dan kerja sama dari segenap pejabat dan pegawai Kementerian Keuangan. Ke depannya, kita akan melanjutkan program-program berjalan, dengan melakukan penyempurnaan dan inovasi supaya tercapai solusi dari berbagai persoalan. Fundamental perekonomian nasional harus semakin kita perkuat supaya tangguh dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

Melalui sambutan ini, saya ingin mengajak seluruh elemen Kementerian Keuangan untuk bekerja keras dalam menunaikan tugas dan pekerjaan yang telah dipercayakan kepadanya. Saya optimis, bahwa ekonomi kita dapat tumbuh tinggi, jika kita mampu tetap menjaga, mengembangkan, dan menjalankan kebijakan fiskal yang prudent dan sehat. Ke depannya kita juga mampu menyusun kebijakan yang mendukung peningkatan investasi di Indonesia. Sebagaimana kita ketahui, investasi merupakan sumber pertumbuhan, selain konsumsi dan ekspor yang kuat. Investasi yang baik akan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dengan ekonomi yang kuat, negara kita akan lebih kuat menghadapi gejolak ekonomi, baik akibat pengaruh domestik, maupun pengaruh global. Untuk itu, saya mengharapkan sumbangsih waktu, tenaga, dan pikiran Saudara sekalian untuk mewujudkan hal tersebut.

Saya juga berharap kepada segenap pimpinan Kementerian Keuangan untuk menyempurnakan pelayanan di unit masing-masing yang dipimpinnya. Kita harus bisa memastikan bahwa .masyarakat merasakan manfaat dan kehadiran dari unit-unit pelayanan Kementerian Keuangan. Kita ada untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

Saudara-saudara,
Pada kesempatan kali ini, saya ucapkan selamat kepada Saudara-saudara yang hari ini memperaleh penghargaan Satyalencana Karya Satya dan Piagam Penghargaan Pensiun. Loyalitas dan integritas yang Saudara-saudara tunjukkan patut diteladani oleh para pegawai lainnya. Saya juga menyampaikan selamat kepada para pemenang lomba Kantor Pelayanan Percontohan Tahun 2014. Menyuguhkan pelayanan prima kepada masyarakat bukanlah perkara mudah. Untuk menuju bentuk pelayanan ideal yang prafesional, efisien, efektif, dan optimal, diperlukan SDM berkualitas, lingkungan yang mendukung, dan waktu. Kesempurnaan layanan tidak dapat terwujud secara instan, sehingga perbaikan sektor pelayanan secara terus menerus adalah hal yang mutlak. Oleh karena itu, jangan terlena dengan prestasi yang telah dicapai, justru terus tingkatkan dan sempurnakan.

Atas nama Kementerian Keuangan dan pribadi, saya juga memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pegawai yang telah bekerja keras dalam menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai punggawa keuangan negara. Terus jalin erat persatuan dan kesatuan di antara pegawai, baik melalui kegiatan formal di tempat kerja, maupun melalui wahana informal seperti kegiatan olahraga. Ragam kegiatan tersebut memiliki daya rekat yang tinggi untuk menciptakan kekuatan Kementerian Keuangan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif di abad 21.

Mengakhiri sambutan ini, saya ucapkan selamat memperingati Hari Oeang. Sekali lagi, dengan gelora semangat baru, mari kita selaraskan gerak kerja Kementerian Keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan. Mari berjuang bersama menuju Indonesia yang lebih baik. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk kepada kita semua dalam melaksanakan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Sekian dan terima kasih.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Jakarta, 30 Oktober 2014

Menteri Keuangan
Bambang P.S. Brodjonegoro


No comments: