Friday, November 14, 2014

Surat Untuk Anak-anakku Tersayang
[Setiap Kita Hidup Untuk Sebuah Misi]

Dear anak-anakku sayang,
Papi sangat merindukan kalian. Jika kalian mengerti, betapa papi setiap saat ingin melihat wajah-wajah kalian. Betapa hati papi begitu sedih setiap mengenang kelahiran kalian. Tak satu pun dari kalian yang lahir dengan kehadiran papi. Padahal kalian adalah pelengkap hidup papi, penyejuk pandangan papi. Papi sadar kalian pun belum pernah puas mengarungi hari bersama papi. Kalian hadir ketika papi harus mengarungi negeri ini, melayani negeri ini, melayani bangsa kita ini. Peran papi mungkin begitu kecil, begitu remeh, bahkan tak pernah dihiraukan oleh siapa pun. Bagaimana pun ingin papi sampaikan kepada kalian, anak-anakku, bahwa sudut-sudut negeri kita berkembang seperti hari ini juga karena kehadiran papi di situ. Peran papi memang kecil, dan papi selalu berusaha memberikan buah pikiran papi agar semua hal yang ada di sekitar papi dapat berjalan dengan lebih baik. Papi hanya percaya bahwa setiap kita hadir ke dunia ini untuk sebuah misi. Terus terang anak-anakku, dengan hidup seperti ini ribuan mimpi papi telah mati. Mungkin ini takdir papi, hanya menjadi seorang biasa. 

Sekarang papi hanya berpikir untuk menjadikan kalian orang-orang yang lebih baik daripada papi. Papi ingin kalian menjadi orang-orang yang memiliki peran lebih besar untuk bangsa ini. Papi berusaha mengumpulkan dana untuk pendidikan kalian. Kalian harus lebih daripada papi. Jika papi seorang sarjana, kalian harus menjadi master. Jika papi suatu saat menjadi master, kalian harus berhasil menjadi doktor. Jangan pernah putus asa Sayangku, darah papi mengalir di tubuh kalian. Papi yakin apapun kemampuan yang diberikan Sang Kuasa kepada Papi, akan DIA turunkan pula kepada kalian, dan papi sudah melihat itu pada diri kalian. Kalian cantik-cantik dan cerdas. Kualitas kalian berbeda dengan kualitas anak-anak lain yang papi temui. Jangan pernah rendah diri, Sayangku, kalian memiliki hal-hal yang tak dimiliki siapa pun. Memang ada saat-saat di mana papi hampir putus asa, tapi papi terus berusaha, kalau orang lain bisa, kenapa kita tidak?

Anak-anakku Sayang, ingatlah suatu saat ketika kalian sudah menjadi seseorang, apapun yang kalian lakukan akan sangat berarti buat orang lain. Apapun pekerjaan kalian kelak, kalian akan membuat hidup orang lain menjadi lebih mudah. Jadi, lakukanlah pekerjaan kalian dengan sepenuh hati. Cobalah kalian lihat para penyapu jalanan. Jika mereka melakukan pekerjaan mereka dengan baik, orang-orang dapat melalui jalanan dengan nyaman, dengan melalui jalanan itu saja rasa depresi mereka menjadi berkurang. Apalagi ketika para penyiram bunga juga menyirami bunga sepanjang jalan itu dengan sungguh-sungguh, jalanan itu kan membuat pikiran orang-orang yang melaluinya menjadi semakin sejuk & segar. Mungkin sebagian dari mereka tidak menyadari itu, Sayangku, bahwa pekerjaan mereka juga sesuatu yang sangat mulya dan bermanfaat bagi orang banyak. Jadi anak-anakku, cintailah apapun pekerjaan kalian kelak. Sang Pencipta telah menyiapkan misi untuk kalian semua, jalanilah misi yang harus kalian emban dengan sungguh-sungguh. 

Sayangku, kita semua adalah agen perubahan, kita semua adalah subjek yang mengubah dunia. Ingatlah Sayangku, bukankah kita telah ditunjuk Sang Kuasa sebagai pewaris bumi ini? Nasib dunia ini suatu saat nanti akan bergantung pada kalian. Jadikanlah bumi ini tempat yang nyaman untuk ditinggali. Sayangku, sesungguhnya papi tak tahu bagaimana teman-teman sejawat papi memandang pekerjaan kami ini. Entah seberapa banyak orang yang memiliki komitmen perubahan seperti papi. Di mana pun papi berada, papi ingin tempat itu menjadi tempat yang lebih baik daripada masa-masa sebelumnya. Kini papi sudah menjadi pemimpin di tingkat pertama, dan semakin banyak papi melihat perbedaan-perbedaan pada lebih banyak orang. Menjadi pimpinan adalah sesuatu yang mudah, Sayangku, namun memimpin adalah proses tiada akhir. Di antara komitmen papi untuk memperbaiki keadaan, papi menghadapi banyak kendala dari orang-orang. Tidak semua memiliki persepsi yang sama, tidak semua memiliki komitmen yang sama. Thus, managing people adalah tantangan terbesar dalam kehidupan karier papi saat ini. 

Anak-anakku, papi mengerti kalian pun merindukan kehadiran papi. Kalian masih belum puas duduk di pangkuan papi, belum puas berdiskusi dengan papi, belum puas curhat, belum puas jalan-jalan, belum pernah menikmati hasil masakan papi, atau bahkan juga mungkin belum merasakan bahwa sosok papi ada untuk kalian. Dengan jarak yang terentang ini kalian harus menjadi orang-orang yang kuat, Sayangku, kalian harus mampu hidup mandiri, kalian harus menjadi para pemberani, kalian harus pandai mengambil pelajaran dari setiap kisah perjalanan hidup kita. Papi selalu berdoa untuk kalian, sebagaimana papi juga selalu berharap doa dari kalian. Papi sangat mencintai kalian. 

Love you always, 
Papi




No comments: