Tuesday, December 23, 2014

Tentang Komunikasi Yang Salah

Notes : [Untuk anak-anakku tersayang, kelak, in syaa Allah...]
Repost dari laman KARTUN MUSLIMAH on facebook
Semoga perlindungan ALLAH senantiasa menyertai!
(klik gambar terbawah untuk melihat post asli)
A'udzubillaahi minas syaithanir rajiim...
-----------------------------------------------------------------------------------------

Katanya ga ada perasaan apapun, tapi giliran si akhi nikah atau deket sama akhwat lain... sakitnya tuh disini! Nah loh?

Witing Tresno Jalaran Soko Kulino (cinta tumbuh karena terbiasa)

Q: Terbiasa apa?

A: Apa saja, yang utama tentu saja komunikasi, baik offline maupun online

Q: Memangnya kita tidak boleh menjalin komunikasi dengan lawan jenis?

A: Bukannya tidak boleh, tentu saja hal ini diijinkan jika memang ada kepentingan tertentu, namun kita harus berhati-hati sebab benih cinta dapat tumbuh kapan saja jika kita tidak membentengi diri...meskipun via online yang tak berjumpa secara langsung

Q: Bagaimana cara membentengi diri dalam komunikasi yang dimaksud?

A: Nah, kali ini Kartun Muslimah akan berbagi tips komunikasi elektronik ( terutama media teks spt SMS, FB, WA, dll) yang syar’i dengan lawan jenis :
  1. Tidak menggunakan emote apapun ( misal :’( :-D :-( apalagi ;-) atau <3> GUBRAK!
  2. Tanpa ungkapan tawa “hahaha” “hihihi” “hehehe” “wkwkwk” dan sejenisnya
  3. Kata2nya tidak usah dipanjangkan (misal “okeeee” “iyaaaaa” “haaaaaah?” “waaaaww” atau “istimewaa”)
  4. Isi pesan langsung TO THE POINT, pembukaan dan penutupan yang hanya berupa salam sangat dianjurkan
  5. Tidak ada lelucon atau apapun yang mengundang tawa
  6. Tidak berkomunikasi lewat jam malam, supaya aman, paling malam sampai pukul 8 malam saja ya ukhti
  7. Tidak mengungkit masalah pribadi di tengah bahasan (meskipun itu hanya: “maaf baru bales, tadi baru dari warung”, atau ““maaf baru liat HP, baru selesai nyuci, setelah itu ngerjain tugas dan ketiduran sebentar”. Kecuali jika memang ditanya, itu pun cukup jawab seperlunya, jangan berlebihan apalagi sampai curhat~)
Intinya, lakukan komunikasi dengan sesingkat dan sewajar mungkin, makin datar makin baik, karena menutup celah hadirnya setan di tengah-tengah kalian

Q: Bagaimana kalau ikhwannya jadi ga nyaman karena terlalu datar? Kita kan harus menjaga silaturahim?

A: silaturahim, ukhuwah, itu ada batas-batasnya.Tugas kita adalah menjaga kehormatan diri kita dan mereka. Karena yang kita lakukan insyaAllah sudah berunsur syar’i, yang Allah sukai, maka perkara perasaan mereka, itu bukan lagi urusan kita...

Ada lagi yang punya tips komunikasi syar’i? Silakan..
Wallaahu a’lam bish showaab

[https://www.facebook.com/DakwahMuslimah/photos/a.465219523598838.1073741825.465045926949531/709162395871215/?type=1&permPage=1]




No comments: