Saturday, February 25, 2012

The Oxygen

Tahu gak, berapa banyak oxygen (O2) yg kita könsumsi tiap menit, tiap hari? silakan baca terus, angkanya sangat besar! kalo kita tahu, semestinya kita semua jadi orang baik karena selalu bersyukur atas karunia-NYA.

jantung seorang dewasa, normalnya memompakan 1000 ml OXYGEN tiap menit = 60 liter/jam = 1.440 liter/hari, subhanallah!!! jika tiap liter ditarik biaya bacaan 1 surat dlm Al-Quraan maka dlm 1 hari kita mesti khatam skitar 12x! tapi DIA gak perintahkannya...

bandingkan dg harga O2 di RUMAH SAKIT, itu baru 1 zat yg disebut O2, betapa besar kasih sayang dan betapa luas karunia-Nya. 

(cukup shalat 5 waktu, msg2 untuk 288 liter O2, mudah2an kita smua bisa!)




Saturday, January 28, 2012

Tentang Cinta

Mari bicara ttg cinta di akhir pekan ini! 

CINTA adalah... kehendak untuk menjangkaukan diri (kepada orang lain) dengan tujuan untuk merawat pertumbuhan bathin diri sendiri dan/atau orang lain itu.

(the will to extend one's self for the purpose of nurturing one's own or another's spiritual growth. 
[Erich Fromm, M. Scott Peck, et al.]

JADI, bukanlah cinta jika kita tidak pernah pikirkan keadaan bathin, tingkat spiritual kita sendiri dan orang yang (katanya) kita cintai. 

Have a nice weekend!




Saturday, December 31, 2011

DREAM : A Mental Projection of The Muscles
(A Flash of Thought on Psychology)

SUMBER MIMPI
Mimpi bisa jadi merupakan sebuah cerminan batini dari otot-otot tubuh. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits bahwa mimpi dapat bersumber dari Sang Pencipta (mimpi baik) maupun syetan (mimpi buruk) maka mimpi yang tidak mengandung nilai baik maupun buruk (atau yang sekadar merupakan bunga tidur), memiliki kemungkinan terbesar sebagai cermin batin dari laku otot-otot tubuh ini (Silakan baca kodifikasi hadits dalam Shahih Muslim). Kata "mental/batin" di sini dipakai untuk menegaskan ketidakhadiran kesadaran (the absence of consciousness), tingkat atau state yang dilalui orang-orang ketika dalam keadaan tidur. Sigmund Freud menggolongkan mimpi berdasarkan sumbernya menjadi 4, yaitu external (objective) sensory stimuli, internal (subjective) sensory stimuli, internal (organic) physical stimuli, dan Purely psychical sources of excitation

Tulisan Sigmund Freud tentang mimpi "The Interpretation of Dreams" tidak menjawab keingintahuan kita tentang hal-ikhwal mimpi ini. Freud memang menyajikan sebuah hipotesis mengenai sebuah makna. Sedangkan interpretasinya "mimpi merupakan keinginan yang terepresi", tidak pula memberi kita banyak hal untuk menjawab pertanyaan tentang apa yang sesungguhnya terjadi ketika kita bermimpi. Pertanyaan ini memang sangat sulit dijawab bahkan oleh orang-orang yang mengkhususkan hidup untuk ilmu pengetahuan dan menjauhkan diri dari ikatan transendental dengan Sang Pencipta. Sayangnya, mereka tidak menyadari bahwa justru ikatan transendental itulah yang sesungguhnya memberikan benang merah jawaban atas pertanyaan tentang mimpi tersebut.

MEKANISME DAN KOORDINASI
Mengenai mekanisme mimpi baik dan buruk yang sepenuhnya bersumber dari Sang Pencipta dan bisikan syetan, sepenuhnya menjadi kehendak dan izin Sang Khalik. Kedua wujud mimpi ini bisa jadi berpengaruh secara fisik dalam pengertian gerakan otot-otot tubuh, namun tidak selalu demikian. Sedangkan mimpi yang merupakan cerminan batin otot-otot tubuh sepenuhnya tidak mengandung makna apa pun selain merupakan sebuah peringatan bagi tubuh, misalnya untuk mengubah posisi tubuh karena sebuah organ dalam posisi terjepit.

Kita mungkin pernah bermimpi lumpuh dan ketika kita terbangun rupanya otot kaki kita merasakan sakit dan kesemutan. Pada saat kaki kita terlipat, misalnya, dan menimbulkan rasa sakit, dalam posisi tubuh tertidur, otot-otot kaki yang sakit akan mengirimkan sinyal "sakit" ke otak. Para ahli sependapat bahwa sebagai pusat koordinasi, otak menerima banyak sinyal dari berbagai organ dan panca indera. Kendatipun demikian, kita hampir tidak pernah mengetahui penjelasan lebih lanjut mengenai kemampuan pengiriman sinyal oleh organ-organ ini.

Apakah ketika organ tubuh kita mendapati sesuatu keadaan maka ia akan selalu menyampaikan pertanyaan ke otak untuk memperoleh jawabannya, ataukah organ kita akan langsung mengetahuinya dan menyampaikan informasi tersebut ke otak? Jika pernyataan pertama yang benar maka dapat disimpulkan bahwa kita adalah makhluk yang lambat. Jika pernyataan kedua yang benar maka itu mengandung arti bahwa organ-organ tubuh kita secara sendiri-sendiri memiliki kemampuan mengetahui bahkan berpikir (intelligence).

SEL DAN INTELEGENSI
Terlepas dari kedua hipotesis tersebut, ketika sebuah organ kita contohkan sakit pada saat kita tidur, informasi ini akan membentuk sebuah citra mimpi sedemikian rupa sehingga pada akhirnya kita terbangun (dan mendapati sakit pada organ yang sesungguhnya). Dari sini kita mendapati banyak pertanyaan yang signifikan, antara lain :
  1. Jika otak memang satu-satunya pusat pengolah intelegensi, mengapa otak tidak langsung menyajikan informasi ke seluruh tubuh seperti : 'kaki sakit karena terjepit'?
  2. Bagaimana mekanisme penyampaian informasi 'kaki sakit' ke alam mimpi?
  3. Bagaimana mekanisme mimpi membangunkan tubuh, atau bagaimana mekanisme otak memperoleh kesadarannya kembali?
  4. Bagaimana sesungguhnya mekanisme koordinasi otak dan organ-organ tubuh dalam hubungannya dengan keadaan sadar dan tidak sadar?
Ketika lidah kita mengecap sesuatu, apakah lidah kita mengidentifikasi rasa sebagai 'manis' dan menyampaikan informasi ke otak sebagai 'manis', kemudian otak menyimpulkannya sebagai 'gula'? Ataukah lidah kita secara independen mengidentifikasi 'manis', dan menyimpulkan 'manis dari gula', kemudian menyampaikannya ke otak? Tugas siapakah untuk menyimpulkan? Kita sekarangmempunyai hipotesis bahwa "organ-organ kita (atau lebih khusunya sel-sel tubuh kita) memiliki intelegensi masing-masing".


Hal tersebut dapat kita pahami ketika kita mengalihkan perhatian pada pertumbuhan sel. Ambillah sebuah contoh ketika kulit kita tersayat benda tajam. Dalam waktu tertentu luka sayat tersebut akan kembali ke posisi semula dengan regenerasi sel. Apakah regenerasi ini semata-mata merupakan perintah otak, dengan kata lain sel membelah atau melakukan regenerasi sesuai perintah otak, ataukah dengan intelegensinya sendiri sel beregenerasi dan menyembuhkan luka (berdasarkan hukum alam)? Bagaimana otak memerintahkan sel untuk membelah atau beregenerasi padahal otak sendiri secara fisikal juga (sekadar) merupakan kumpulan sel?

[bersambung, mungkin...]

Saturday, November 12, 2011

Bunch of Jasmine

Mom, 
the jasmine you cherished bloom today, 
I'd convey them to you tomorrow, insyaAllah...




Friday, September 30, 2011

KEBAHAGIAAN Adalah Hak Semua Orang? Salah!!!

Jika Anda selama ini memegang prinsip bahwa kebahagiaan adalah hak semua orang atau hak setiap individu, Anda harus berpikir ulang. Kajilah kembali prinsip Anda tersebut! Mengapa demikian? Karena prinsip tersebut akan terus membuat Anda menderita seumur hidup jika kenyataan yang Anda hadapi dari hari ke hari tetap jauh dari makna "bahagia". Bangunlah dari mimpi! Hadapilah kenyataan bahwa kebahagiaan bukanlah hak Anda! Ya, kebahagiaan bukanlah hak!

Anda mungkin memperhatikan di sekeliling Anda, bahwa banyak orang di sekitar Anda yang selalu hidup kekurangan, menderita, bahkan hingga mereka tutup usia? Ya, mereka tidak sempat merasakan arti hidup bahagia. Sebagian di antara mereka menghadapi itu semua dengan tenang dan tetap tabah. Sebagian lainnya menghadapi itu semua dengan amarah, dengan terus mengumbar kata dan laku yang mencerminkan ketidakpuasan.

Sebagian yang pertama tampaknya telah menyadari bahwa kebahagiaan bukanlah hak mereka, mereka hanya berusaha menjalani hidup dengan apa adanya, seperti mengikuti saja ke mana arus air kehidupan akan mengalir. Sebagian berikutnya berbeda dengan sebagian yang pertama dalam hal penerimaan atas pemahaman akan hal ini. Mereka tetap ngotot bahwa kebahagiaan adalah hak mereka. "Mana kebahagiaanku?", "mana bahagia yang menjadi hakku?", "oh Tuhan, kenapa tak kuberikan hak kami untuk bahagia?", demikian seterusnya penuh dengan tuntutan-tuntutan lain yang senada. Sampai terisak-isak, sampe hidung meler dan wajah full ingus...!!! Sak no rek...!!! melasi nemen cah..!!!

Ingatlah sabda Rasulullah Muhammad bahwa kebahagiaan dan kesengsaraan seorang anak manusia telah menjadi qadha Sang Pencipta sejak ia masih berada di perut ibunya. Coba bacalah Shahih Muslim nomor 4781,  dan kita akan pahami bahwa hukum awal kebahagiaan adalah bukan hak setiap orang, melainkan tak lebih daripada sebagai ANUGERAH ALLAH.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam sebagai Ash-Shadiq Al-Mashduq, orang yang jujur dan isi perkataannya benar bercerita kepada kami :
sesungguhnya setiap kamu mengalami proses penciptaan dalam perut ibunya selama 40 hari (sebagai nuthfah), kemudian menjadi setimpal darah selama itu juga, kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula. Selanjutnya Allah mengutus malaikat untuk meniupkan roh ke dalamnya dan diperintahkan untuk menulis empat perkara yaitu: menentukan rezekinya, ajalnya, amalnya serta apakah ia sebagai orang yang sengsara ataukah orang yang bahagia. Demi Zat yang tiada Tuhan selain Dia, sesungguhnya salah seorang dari kamu telah melakukan amalan penghuni surga sampai ketika jarak antara dia dan surga tinggal hanya sehasta saja namun karena sudah didahului takdir sehingga ia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah ia ke dalam neraka. Dan sesungguhnya salah seorang di antara kamu telah melakukan perbuatan ahli neraka sampai ketika jarak antara dia dan neraka tinggal hanya sehasta saja namun karena sudah didahului takdir sehingga dia melakukan perbuatan ahli surga maka masuklah dia ke dalam surga.

(bersambung, mungkin...)


Saturday, July 30, 2011

Tentang Pedoman

Yakinkan diri kita bahwa segala sesuatu yang telah dianugerahkan ALLAH memang benar-benar yang kita butuhkan, meskipun pada awalnya hanya merupakan sesuatu yang (tidak) kita inginkan. 
Hanya saja, sayangnya, sebagian dari kita kadang tak tahu atau melupakan UNTUK (SI)APA SAJA atau BAGAIMANA CARA MENGGUNAKAN ANUGRAH ALLAH tersebut. Itulah kurang lebih manfaat sebuah PEDOMAN.

Keluarga dan sahabat-sahabatku, selamat menyambut Ramadhan, maafkan segala salah...



Putri, Berkah Untuk Semua

Belum reda euforia atas kemenangan Tim Nasional Sepakbola kita di ajang SEA Games XXXII Cambodia, kini bangsa Indonesia kembali dibuat bangg...