And people say; whatever dominates our everyday lives is called GOD!
[espie laurel prodip depkeu indonesia petarung sejati puisi tulis jurnalis jurnalisme ideal perbendaharaan anggaran tarakan nunukan mataram jakarta marisa keren terbaik pemuda cowok tiada banding good guy best blog primum vivere diende philosophari pecinta ilmu pemikir utopis seniman tak dikenal pencari kebahagiaan]
Monday, April 30, 2012
About Thought
As a single footstep will not make a path on the earth, so a single
thought will not make a pathway in the mind. To make a deep physical
path, we walk AGAIN AND AGAIN. To make a deep mental path, we must THINK
OVER AND OVER the kind of thought we wish to dominate our lives (Henry
D. Thoreau)
And people say; whatever dominates our everyday lives is called GOD!
And people say; whatever dominates our everyday lives is called GOD!
Tuesday, April 17, 2012
Maknailah...
Lihatlah tempatmu berpijak, hargailah, maknailah,
kecuali engkau berpijak di atas tanah yangg gersang.
Kalopun begitu, engkau masih bisa menciptakan makna untuknya, untukmu, & smua yg mgkn akan datang...
kecuali engkau berpijak di atas tanah yangg gersang.
Kalopun begitu, engkau masih bisa menciptakan makna untuknya, untukmu, & smua yg mgkn akan datang...
Saturday, February 25, 2012
The Oxygen
Tahu gak, berapa banyak oxygen (O2) yg kita könsumsi tiap menit, tiap
hari? silakan baca terus, angkanya sangat besar! kalo kita tahu, semestinya
kita semua jadi orang baik karena selalu bersyukur atas karunia-NYA.
jantung seorang dewasa, normalnya memompakan 1000 ml OXYGEN tiap menit = 60 liter/jam = 1.440 liter/hari, subhanallah!!! jika tiap liter ditarik biaya bacaan 1 surat dlm Al-Quraan maka dlm 1 hari kita mesti khatam skitar 12x! tapi DIA gak perintahkannya...
bandingkan dg harga O2 di RUMAH SAKIT, itu baru 1 zat yg disebut O2, betapa besar kasih sayang dan betapa luas karunia-Nya.
(cukup shalat 5 waktu, msg2 untuk 288 liter O2, mudah2an kita smua bisa!)
jantung seorang dewasa, normalnya memompakan 1000 ml OXYGEN tiap menit = 60 liter/jam = 1.440 liter/hari, subhanallah!!! jika tiap liter ditarik biaya bacaan 1 surat dlm Al-Quraan maka dlm 1 hari kita mesti khatam skitar 12x! tapi DIA gak perintahkannya...
bandingkan dg harga O2 di RUMAH SAKIT, itu baru 1 zat yg disebut O2, betapa besar kasih sayang dan betapa luas karunia-Nya.
(cukup shalat 5 waktu, msg2 untuk 288 liter O2, mudah2an kita smua bisa!)
Saturday, January 28, 2012
Tentang Cinta
Mari bicara ttg cinta di akhir pekan ini!
CINTA adalah... kehendak untuk menjangkaukan diri (kepada orang lain) dengan tujuan untuk merawat pertumbuhan bathin diri sendiri dan/atau orang lain itu.
(the will to extend one's self for the purpose of nurturing one's own or another's spiritual growth.
[Erich Fromm, M. Scott Peck, et al.]
JADI, bukanlah cinta jika kita tidak pernah pikirkan keadaan bathin, tingkat spiritual kita sendiri dan orang yang (katanya) kita cintai.
Have a nice weekend!
CINTA adalah... kehendak untuk menjangkaukan diri (kepada orang lain) dengan tujuan untuk merawat pertumbuhan bathin diri sendiri dan/atau orang lain itu.
(the will to extend one's self for the purpose of nurturing one's own or another's spiritual growth.
[Erich Fromm, M. Scott Peck, et al.]
JADI, bukanlah cinta jika kita tidak pernah pikirkan keadaan bathin, tingkat spiritual kita sendiri dan orang yang (katanya) kita cintai.
Have a nice weekend!
Saturday, December 31, 2011
DREAM : A Mental Projection of The Muscles(A Flash of Thought on Psychology)
SUMBER MIMPI
Mimpi bisa jadi merupakan sebuah cerminan batini dari otot-otot tubuh. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits bahwa mimpi dapat bersumber dari Sang Pencipta (mimpi baik) maupun syetan (mimpi buruk) maka mimpi yang tidak mengandung nilai baik maupun buruk (atau yang sekadar merupakan bunga tidur), memiliki kemungkinan terbesar sebagai cermin batin dari laku otot-otot tubuh ini (Silakan baca kodifikasi hadits dalam Shahih Muslim). Kata "mental/batin" di sini dipakai untuk menegaskan ketidakhadiran kesadaran (the absence of consciousness), tingkat atau state yang dilalui orang-orang ketika dalam keadaan tidur. Sigmund Freud menggolongkan mimpi berdasarkan sumbernya menjadi 4, yaitu external (objective) sensory stimuli, internal (subjective) sensory stimuli, internal (organic) physical stimuli, dan Purely psychical sources of excitation.
Tulisan Sigmund Freud tentang mimpi "The Interpretation of Dreams" tidak menjawab keingintahuan kita tentang hal-ikhwal mimpi ini. Freud memang menyajikan sebuah hipotesis mengenai sebuah makna. Sedangkan interpretasinya "mimpi merupakan keinginan yang terepresi", tidak pula memberi kita banyak hal untuk menjawab pertanyaan tentang apa yang sesungguhnya terjadi ketika kita bermimpi. Pertanyaan ini memang sangat sulit dijawab bahkan oleh orang-orang yang mengkhususkan hidup untuk ilmu pengetahuan dan menjauhkan diri dari ikatan transendental dengan Sang Pencipta. Sayangnya, mereka tidak menyadari bahwa justru ikatan transendental itulah yang sesungguhnya memberikan benang merah jawaban atas pertanyaan tentang mimpi tersebut.
MEKANISME DAN KOORDINASI
Mengenai mekanisme mimpi baik dan buruk yang sepenuhnya bersumber dari Sang Pencipta dan bisikan syetan, sepenuhnya menjadi kehendak dan izin Sang Khalik. Kedua wujud mimpi ini bisa jadi berpengaruh secara fisik dalam pengertian gerakan otot-otot tubuh, namun tidak selalu demikian. Sedangkan mimpi yang merupakan cerminan batin otot-otot tubuh sepenuhnya tidak mengandung makna apa pun selain merupakan sebuah peringatan bagi tubuh, misalnya untuk mengubah posisi tubuh karena sebuah organ dalam posisi terjepit.
Kita mungkin pernah bermimpi lumpuh dan ketika kita terbangun rupanya otot kaki kita merasakan sakit dan kesemutan. Pada saat kaki kita terlipat, misalnya, dan menimbulkan rasa sakit, dalam posisi tubuh tertidur, otot-otot kaki yang sakit akan mengirimkan sinyal "sakit" ke otak. Para ahli sependapat bahwa sebagai pusat koordinasi, otak menerima banyak sinyal dari berbagai organ dan panca indera. Kendatipun demikian, kita hampir tidak pernah mengetahui penjelasan lebih lanjut mengenai kemampuan pengiriman sinyal oleh organ-organ ini.
Apakah ketika organ tubuh kita mendapati sesuatu keadaan maka ia akan selalu menyampaikan pertanyaan ke otak untuk memperoleh jawabannya, ataukah organ kita akan langsung mengetahuinya dan menyampaikan informasi tersebut ke otak? Jika pernyataan pertama yang benar maka dapat disimpulkan bahwa kita adalah makhluk yang lambat. Jika pernyataan kedua yang benar maka itu mengandung arti bahwa organ-organ tubuh kita secara sendiri-sendiri memiliki kemampuan mengetahui bahkan berpikir (intelligence).
SEL DAN INTELEGENSI
Terlepas dari kedua hipotesis tersebut, ketika sebuah organ kita contohkan sakit pada saat kita tidur, informasi ini akan membentuk sebuah citra mimpi sedemikian rupa sehingga pada akhirnya kita terbangun (dan mendapati sakit pada organ yang sesungguhnya). Dari sini kita mendapati banyak pertanyaan yang signifikan, antara lain :
Hal tersebut dapat kita pahami ketika kita mengalihkan perhatian pada pertumbuhan sel. Ambillah sebuah contoh ketika kulit kita tersayat benda tajam. Dalam waktu tertentu luka sayat tersebut akan kembali ke posisi semula dengan regenerasi sel. Apakah regenerasi ini semata-mata merupakan perintah otak, dengan kata lain sel membelah atau melakukan regenerasi sesuai perintah otak, ataukah dengan intelegensinya sendiri sel beregenerasi dan menyembuhkan luka (berdasarkan hukum alam)? Bagaimana otak memerintahkan sel untuk membelah atau beregenerasi padahal otak sendiri secara fisikal juga (sekadar) merupakan kumpulan sel?
[bersambung, mungkin...]
Mimpi bisa jadi merupakan sebuah cerminan batini dari otot-otot tubuh. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits bahwa mimpi dapat bersumber dari Sang Pencipta (mimpi baik) maupun syetan (mimpi buruk) maka mimpi yang tidak mengandung nilai baik maupun buruk (atau yang sekadar merupakan bunga tidur), memiliki kemungkinan terbesar sebagai cermin batin dari laku otot-otot tubuh ini (Silakan baca kodifikasi hadits dalam Shahih Muslim). Kata "mental/batin" di sini dipakai untuk menegaskan ketidakhadiran kesadaran (the absence of consciousness), tingkat atau state yang dilalui orang-orang ketika dalam keadaan tidur. Sigmund Freud menggolongkan mimpi berdasarkan sumbernya menjadi 4, yaitu external (objective) sensory stimuli, internal (subjective) sensory stimuli, internal (organic) physical stimuli, dan Purely psychical sources of excitation.
Tulisan Sigmund Freud tentang mimpi "The Interpretation of Dreams" tidak menjawab keingintahuan kita tentang hal-ikhwal mimpi ini. Freud memang menyajikan sebuah hipotesis mengenai sebuah makna. Sedangkan interpretasinya "mimpi merupakan keinginan yang terepresi", tidak pula memberi kita banyak hal untuk menjawab pertanyaan tentang apa yang sesungguhnya terjadi ketika kita bermimpi. Pertanyaan ini memang sangat sulit dijawab bahkan oleh orang-orang yang mengkhususkan hidup untuk ilmu pengetahuan dan menjauhkan diri dari ikatan transendental dengan Sang Pencipta. Sayangnya, mereka tidak menyadari bahwa justru ikatan transendental itulah yang sesungguhnya memberikan benang merah jawaban atas pertanyaan tentang mimpi tersebut.
MEKANISME DAN KOORDINASI
Mengenai mekanisme mimpi baik dan buruk yang sepenuhnya bersumber dari Sang Pencipta dan bisikan syetan, sepenuhnya menjadi kehendak dan izin Sang Khalik. Kedua wujud mimpi ini bisa jadi berpengaruh secara fisik dalam pengertian gerakan otot-otot tubuh, namun tidak selalu demikian. Sedangkan mimpi yang merupakan cerminan batin otot-otot tubuh sepenuhnya tidak mengandung makna apa pun selain merupakan sebuah peringatan bagi tubuh, misalnya untuk mengubah posisi tubuh karena sebuah organ dalam posisi terjepit.
Kita mungkin pernah bermimpi lumpuh dan ketika kita terbangun rupanya otot kaki kita merasakan sakit dan kesemutan. Pada saat kaki kita terlipat, misalnya, dan menimbulkan rasa sakit, dalam posisi tubuh tertidur, otot-otot kaki yang sakit akan mengirimkan sinyal "sakit" ke otak. Para ahli sependapat bahwa sebagai pusat koordinasi, otak menerima banyak sinyal dari berbagai organ dan panca indera. Kendatipun demikian, kita hampir tidak pernah mengetahui penjelasan lebih lanjut mengenai kemampuan pengiriman sinyal oleh organ-organ ini.
Apakah ketika organ tubuh kita mendapati sesuatu keadaan maka ia akan selalu menyampaikan pertanyaan ke otak untuk memperoleh jawabannya, ataukah organ kita akan langsung mengetahuinya dan menyampaikan informasi tersebut ke otak? Jika pernyataan pertama yang benar maka dapat disimpulkan bahwa kita adalah makhluk yang lambat. Jika pernyataan kedua yang benar maka itu mengandung arti bahwa organ-organ tubuh kita secara sendiri-sendiri memiliki kemampuan mengetahui bahkan berpikir (intelligence).
SEL DAN INTELEGENSI
Terlepas dari kedua hipotesis tersebut, ketika sebuah organ kita contohkan sakit pada saat kita tidur, informasi ini akan membentuk sebuah citra mimpi sedemikian rupa sehingga pada akhirnya kita terbangun (dan mendapati sakit pada organ yang sesungguhnya). Dari sini kita mendapati banyak pertanyaan yang signifikan, antara lain :
- Jika otak memang satu-satunya pusat pengolah intelegensi, mengapa otak tidak langsung menyajikan informasi ke seluruh tubuh seperti : 'kaki sakit karena terjepit'?
- Bagaimana mekanisme penyampaian informasi 'kaki sakit' ke alam mimpi?
- Bagaimana mekanisme mimpi membangunkan tubuh, atau bagaimana mekanisme otak memperoleh kesadarannya kembali?
- Bagaimana sesungguhnya mekanisme koordinasi otak dan organ-organ tubuh dalam hubungannya dengan keadaan sadar dan tidak sadar?
Hal tersebut dapat kita pahami ketika kita mengalihkan perhatian pada pertumbuhan sel. Ambillah sebuah contoh ketika kulit kita tersayat benda tajam. Dalam waktu tertentu luka sayat tersebut akan kembali ke posisi semula dengan regenerasi sel. Apakah regenerasi ini semata-mata merupakan perintah otak, dengan kata lain sel membelah atau melakukan regenerasi sesuai perintah otak, ataukah dengan intelegensinya sendiri sel beregenerasi dan menyembuhkan luka (berdasarkan hukum alam)? Bagaimana otak memerintahkan sel untuk membelah atau beregenerasi padahal otak sendiri secara fisikal juga (sekadar) merupakan kumpulan sel?
[bersambung, mungkin...]
Saturday, November 12, 2011
Thursday, October 20, 2011
Subscribe to:
Posts (Atom)
Putri, Berkah Untuk Semua
Belum reda euforia atas kemenangan Tim Nasional Sepakbola kita di ajang SEA Games XXXII Cambodia, kini bangsa Indonesia kembali dibuat bangg...
-
“By going to work, we’re killing ourselves, literally!” –dengan bekerja, kita membunuh diri kita sendiri, dalam artian sebenarnya!...
-
B eberapa tahun silam, saya menjadi bagian dari kepanitiaan seleksi beasiswa untuk para pegawai instansi tempat saya bekerja. Ada ...
-
Apa kabar Satria? Ini bukan tentang Satria FU One Million limited edition, motor kesayangan yang lagi istirahat beberapa purnama terakhir di...






