Saturday, December 11, 2010

LEAKS!

LEAK, dibaca le-ak, legenda dari Bali slalu bikin heboh & membuat takut sebagian orang. Bagamana jika mereka datang dari berbagai tempat & berkumpul di dunia maya membentuk sebuah komunitas, LEAKS! (dibaca: liks!). Btapa dahsyat perasaan takut yang mendera pihak-pihak yang 'disatroni'. 'Para pelaku leak' itupun kini diamankan. Kendati demikian, ada satu hal yang terlupa, bahwa fisik mereka boleh terkurung, namun 'ruh' yg di sini kita sebut sebagai 'wiki' telah menyebar ke mana-mana.

Meski sejak beberapa waktu lalu situs-situs mereka tidak dapat diakses, situs-situs dokumenter lain telah membukukan sebagian bahan yang mereka miliki. Masih banyak informasi berupa dokumen cetak, audio dan/atau visual yang dapat diakses para pencari 'kebenaran' di seluruh kolong langit. Cobalah Anda cari topik tentang misalnya Collateral Murder, Perang Iraq, Anda akan menemukan ratusan megabytes data di dunia maya.

Satu kebijaksanaan yang dapat kita petik dari wikileaks adalah ruh yang mengajak kita senantiasa melandasi segala perbuatan dengan KETULUSAN. Sudah banyak kerusakan di muka bumi yang diakibatkan oleh kepentingan segelintir orang, oleh berbagai harapan untuk mendapatkan imbalan material ataupun sekadar pujian yang dilakukan oleh para penguasa, orang-orang yang seharusnya melindungi. Pihak-pihak yang disebut sebagai 'para pelaku' kini menunggu kemurahan hidup, semoga raga mereka lekas dapat 'menemui arwah mereka' kembali di dunia maya! Allahu a'lam.

"Sesungguhnya manusia takkan bisa menikmati syurga, tanpa ikhlas di hatinya... Sesungguhnya manusia takkan bisa menyentuh nikmat-NYA, tanpa tulus di hatinya...-Ungu, Sesungguhnya"

[dipersembahkan untuk Julian Assange, dkk, Wikileaks.org]



Saturday, November 20, 2010

Berita Duka

Assalaamu 'alaikum warahmatullaah...

Yth. Bapak/Ibu/Saudara/Saudari para sahabat dan handai-taulan, INNA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI RAAJI'UUN, telah dipanggil ke hadhirat-Nya, belahan jiwa dan raga kami, IBUNDA KAMI TERCINTA Maryati Marisi binti Raswad Martotaruno, pada usia 75 tahun pada hari JUMAT tasyri' tanggal 12/13 Dzulhijjah 1431H atau bertepatan dengan tanggal 19 November 2010 pukul 07.15 WIB di Kota Tegal, Jawa Tengah.

Sebelum wafat beliau dalam keadaan sehat walafiat, alhamdulillah telah menunaikan 2 hari puasa arafah, menunaikan shalat Ied, dan merayakan Hari Raya Iedul Adha. Pagi itu tiba-tiba almarhumah terjatuh tak sadarkan diri di depan kamar mandi. Satu jam kemudian menghembuskan nafas terakhir dengan tenang, dengan mata dan mulut mengatup dan bibir tersenyum dalam perjalanan ke rumah sakit dipersaksikan oleh sanak-saudara, seorang alim, dan seorang petugas medis. Jenazah almarhumah telah dimakamkan pada hari yang sama pada pukul 22.00 WIB di Pemakaman Umum tanah kelahiran Kelurahan Kalinyamat Kulon Trukan, Kecamatan Margadana, Kota Tegal.

Kami keluarga almarhumah memohon doa semoga almarhumah ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya dan agar keluarga yang ditinggalkan senantiasa tabah. Kami juga memohon keikhlasan Bapak/Ibu/Saudara/Saudari para sahabat dan handai-taulan terutama yang mengenal beliau secara pribadi agar MENGIKHLASKAN kepergian beliau dan MEMBUKAKAN PINTU MAAF jika ada khilaf yang pernah beliau perbuat. Allahummaghfirlahaa, warhamhaa, wa'afihi wa'fu'anhaa, waj'al jannata matswahaa, aamiin...

Wassalaamu 'alaikum warahmatullah wa barakaatuh,

Kami yang berduka cita,
KELUARGA BESAR PRINGADI


Monday, November 15, 2010

Tentang Teh


Nge-teh atau minum teh telah menjadi bagian hidup tak terpisahkan dari Wong Tegal. Dengan beberapa macam sebutan seperti MOCI atau NUBRUK, teh merupakan bagian dari budaya.

Bagi orang Tegal, teh adalah penghormatan dan keramahan. Wong Tegal hampir selalu menyajikan teh bagi para tamunya. Teh yang disajikan bukanlah teh celup yang merupakan produk massal akhir millenium I, bukan pula teh dalam kemasan (seperti yang ramai diiklankan) yang berumur lebih lama. Teh bagi Wong Tegal adalah teh daun masak kasar, atau yang lebih dikenal sebagai teh hitam atau teh tubruk

Bahan perasa minuman alami ini mengandung antioksidan dalam dosis tinggi, dan mampu menetralisasi radikal bebas dalam tubuh. Tidak mengherankan jika kasus2 penyakit kronis jarang ditemui di antara wong2 Tegal. Hal ini karena selain etos kerja wong Tegal yang tinggi (dikenal sebagai para pekerja keras), juga karena budaya minum teh yang lestari.



Saturday, October 30, 2010

What May Come... (About Learning)

Pertanyaannya; reward apa yang Bapak berikan agar motivasi rekan-rekan pegawai tetap terjaga?
dan jawabannya simpulkan banyak hal.

Sangat berbeda antara konsep LEARNING BY DOING dan LEARNING BY READING.
 Tiap hal memiliki jalannya sendiri, apakah cukup dengan MEMBACA, atau harus MELAKUKAN.

Yg pertama akan lahirkan EXPERT, yang kedua akan membentuk MASTER,

dan LEARNING BY EXAMPLE akan ciptakan LEADER.

wallaahu a'lam!



Sunday, August 22, 2010

Think Simply!

Dari mata anak-anak sering kali kita belajar banyak tentang suatu hal. ini contohnya ;

Mami : drakula makannya apa Dhe?
Adhe : buah2an.
Mami : bukan, mereka makan darah..
Adhe : koq darah? KENAPA GAK MINUM SANGOBION AJA? kan (sangobion) nambah darah...!?
Mami : Qqqqq...

Ya, alur berpikir mereka begitu sederhana.. manusia dewasalah yg membuat sesuatu menjadi serba rumit, suka mendramatisasi keadaan karena berbagai dasar pengalaman & kepentingan.
Kenapa berpikir susah-susah, ini jaman teknologi, sudah saatnya VAMPIRE minum SANGOBION...
Let's think as simple as possible!

Thursday, July 29, 2010

PERCAYA - BAYANGAN

"Apa yang dimaksud dengan mempercayai seseorang?", suatu ketika Sasaki Kojiro bertanya kepada Oshino, kekasihnnya. "Jika seseorang sehati dengan seorang lainnya. Jika dua hati berdetak seiring-sejalan layaknya satu hati", jawab Oshino. Setelah melanglang Jepang menuju penyempurnaan ilmu pedangnya, Sasaki Kojiro menemukan kembali soulmate-nya itu. Meskipun Oshino dikenal sebagai s'orang penari, wanita penghibur dan tak jarang orang mengolok di belakang, namun bagi Kojiro ialah orang yang telah memberikan banyak pencerahan dalam hidup. Ialah wanita yang telah mencairtawarkan kedinginbekuan hatinya. "Ia adalah bayanganku, siapa yang mengusiknya berarti ia mengusik aku!", tegas Kojiro ketika ia mendengar sindiran orang. "Aku akan menjadi bayanganmu. Sebuah bayangan tidak akan meninggalkan pemiliknya, apapun yang terjadi", janji Oshino yang terucap sebelumnya. Betapa manisnya... Tepat sebagaimana bait lagu Dewa 19, "Bayang-bayangmu Kasih, slalu hadir dalam gelisahku...". (apa hubungannya neh???) Atau syair lagu milik A. Rafiq "Bayang-bayang samakan, dia dengan yang lain...!". (halah! tambah ngawur!!!)

Lanjut... Pencerahan ini tidak hanya diterima oleh Sasaki Kojiro, namun juga Musashi. Miyamoto Musashi, Sang Pendekar Pedang teratas lainnya juga memiliki pertanyaan dan menerima pencerahan yang sama, langsung dari mulut Oshino. Hal ini terjadi menjelang pertarungan satu lawan satu antara Kojiro dan Musashi. Pada keesempatan tersebut Oshino menambahkan, "mempercayai seseorang adalah rasa bahwa jiwa orang tersebut adalah jiwanya sendiri". Oshino membawa pesan dari soulmate-nya agar Musashi berhati-hati karena duel mereka yang akan datang adalah jebakan. Penguasa menentukan agar keduanya harus mati, siapapun yang akan menjadi pemenangnya! Adalah hal yang sangat tragis ketika dua orang terbaik harus melakukan pertarungan yang tidak perlu akibat suatu entitas yang disebut "politik". Keduanya adalah pendekar sejati yang senantiasa berusaha mencari makna sesungguhnya dari dunia yang mereka geluti. Mereka adalah orang-orang yang mengerti satu sama lain, orang-orang yang saling menghargai kemampuan dan kerendahan hati orang lain. Di sisi lain mereka adalah orang-orang yang telah menjalani hidup penuh cobaan dan rintangan, masa kecil yang tidak bahagia, masa remaja yang tak menentu, pencarian makna hidup yang tampak tak pernah berujung, dan sama-sama memiliki kekasih hati yang ingin ditemui tuk berbagi hidup yang damai.

Tanggal 13 April 1612, dalam duel rekayasa para penguasa di pulau kecil Ganryujima (saat itu bernama Funashima) tersebut, Musashi memang berhasil menjatuhkan Kojiro, namun kemenangan itu dirasakannya hambar. Pujian Kojiro untuknya setelah terjungkal bersimbah darah, & permintaannya agar Musashi segera meninggalkan arena pertarungan terus terngiang di telinganya... Ternyata kemenangan memang bukan segalanya. Sedangkan orang-orang yang mengejar kekuasaan dan kemasyhuran lebih sering memberanguskan potensi dan mencabut roh kehidupan, disadari maupun tidak. Tak heran banyak orang bijak dan orang besar (termasuk fisikawan Albert Einstein) menyatakan :


"Try not to become a man of success, but a man of value instead", janganlah berusaha menjadi orang sukses, tetapi orang yang bernilai! 

Termasuk golongan yang manakah Anda? Yang manapun kita, mari selalu kita ingat, bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling banyak memberi manfaat bagi orang lain. Allaahu a'lam.




Friday, May 21, 2010

Tentang Memberi Waktu

DULU pernah ada s'orang yang hebat,
mampu wujudkan smua harapanku.
kesalahannya hanya 1; ia tak MEMBERIKU WAKTU 'tuk menggapai jalan kebahagiaan sjati.

dulu juga ada s'orang yang sangat baik,
bisa menunjukkanku jalan itu.
kesalahannya juga hanya 1; ia tak mampu MEMBERI DIRINYA WAKTU tuk mencapai jalan itu.

hari ini kusadari, bahwa MEMBERI WAKTU adalah 1 KEBIJAKSANAAN dalam hidup.

Sobat, berikanlah waktu kepada diri Anda, dan orang yang Anda sayangi...




Putri, Berkah Untuk Semua

Belum reda euforia atas kemenangan Tim Nasional Sepakbola kita di ajang SEA Games XXXII Cambodia, kini bangsa Indonesia kembali dibuat bangg...