KAYA untuk kepentingan diri sendiri,
KUAT untuk kejayaan diri sendiri,
BAHAGIA untuk kepuasan diri sendiri,
tentulah DIA tidak akan menciptakan MANUSIA-MANUSIA dan MAKHLUK-MAKHLUK lainnya...
[espie laurel prodip depkeu indonesia petarung sejati puisi tulis jurnalis jurnalisme ideal perbendaharaan anggaran tarakan nunukan mataram jakarta marisa keren terbaik pemuda cowok tiada banding good guy best blog primum vivere diende philosophari pecinta ilmu pemikir utopis seniman tak dikenal pencari kebahagiaan]
"Bertakwalah kepada Allah dan berlakulah adil terhadap anak-anakmu" (HR Bukhari dan Muslim)
”Ajarilah anak-anakmu berkuda, berenang dan memanah” (HR Ad-Dailamy)
"Wahai Amirul Mukminin, tidakkah seorang anak mempunyai hak yang harus ditunaikan oleh orang tuanya?" "Ya," jawab Khalifah. "Apakah itu?" tanya anak itu. Khalifah menjawab, "Ayah wajib memilihkan ibu yang baik untuk anak-anaknya, memberi nama yang baik dan mengajarinya Al Qur'an." Lantas sang anak menjawab, "Wahai Amirul Mukminin! Tidak satupun dari tiga perkara itu yang ditunaikan ayahku. Ibuku Majusi (penyembah berhala), namaku Ja'lan, dan aku tidak pernah diajarkan membaca Al Qur'an."Umar bin Khattab radhiallahu 'anhu lalu menoleh kepada ayah dari anak itu dan mengatakan, "Anda datang mengadukan kedurhakaan anakmu, ternyata Anda telah mendurhakainya sebelum ia mendurhakaimu. Anda telah berlaku tidak adil baik terhadapnya sebelum ia berlaku tidak baik kepada Anda."
Pemuda itu bernama Abdul Aziz. Ia, putera 'Amirul Mukminin sendiri, Umar bin Abdul Aziz. Semoga ALLAH merahmati keduanya.
“Everyone says victory in battle is good, but it is not. A general who wins every battle is not really skillful. To make your enemy helpless without battle is the secret. To overcome rivals without fighting is the summit of skill.”
“Setiap orang mengatakan bahwa menang dalam pertempuran adalah hebat, namun sesungguhnya tidaklah demikian. Seorang Jenderal yang memenangkan semua pertempuran bukanlah jenderal yang benar-benar terampil. Membuat musuh Anda tak berdaya tanpa pertempuran adalah rahasianya. Mengatasi musuh tanpa pertempuran merupakan puncak keahlian.” [Sun Tzu]
Akibat adanya keterlibatan aktor negara maupun nonnegara dalam proses internasionalisasi isu domestik, serta adanya faktor perkembangan dan pertumbuhan persenjataan dunia yang meningkat, sedikit banyak kondisi tersebut mampu mendorong pengerahan kekuatan persenjataan. Kekuatan militer digunakan oleh aktor eksternal untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah konflik atau bahkan sebagai alat ancaman ( means of threat ) untuk ditujukan kepada pihak-pihak yang dianggap tidak mendukung upaya penyelesaian konflik. Alhasil, intervensi kemanusiaan yang disertai intervensi kekuatan militer tidak terelakkan. [Stanley Hoffman]
Didedikasikan untuk Anda yang selalu berusaha berpikir positif, tidak mengeluh, selalu tegar dan tabah dalam mengarungi arus kehidupan. TTSM, McPrie [SP]
Jika kita mengingat-ingat kembali kehidupan kita di masa silam, segala yang terbayang sering membuat kita tak kuasa menahan senyum. Begitu banyak hal di sekitar kita telah berubah. Berbagai peralatan yang menyertai keseharian kita mengalami perkembangan yang sangat jauh, pun jalan pemikiran dan perilaku manusia berubah banyak dalam waktu, yang boleh dikatakan, cukup singkat.
Always have faith in yourself. It is not easy to live life sometimes and face the world with a smile when you're crying inside. It takes a lot of courage to reach down inside yourself. Hold on to that strength that's still there and know that tomorrow is a new day with new possibilities. If you can just hold on long enough to see this through, you'll come out a new person - stronger, with more understanding and with a new pride in yourself from knowing you made it.
[Kathy Obara]
Jam
di dinding kantor itu sudah menunjukkan pukul 23.00 WITA,
punggung para pemuda itu bercucuran keringat, dan wajah mereka
belepotan serbuk halus kayu yang sedang mereka potong
dan mereka amplas. Tidak tersirat rasa jenuh di wajah mereka
yang tenggelam di antara meja-meja dan kursi kantor. Yang
terlihat mulai mengantuk mengambil tempat duduk untuk
beristirahat sejenak sambil mengamati kawan-kawannya yang masih
memotong kayu bahan partisi ruangan. Mereka bukanlah
tukang-tukang kayu profesional, mereka bukanlah para pekerja
lepas atau orang-orang tanpa pekerjaan pasti. Siapapun yang
menyaksikan suasana malam itu pasti menilai mereka sebagai
pekerja yang melampaui batas kelaziman jam kerja di wilayah itu.
Semua dugaan itu salah, mereka adalah para pegawai Ditjen
Perbendaharaan. Orang-orang yang bahkan mungkin belum pernah
belajar memasang paku atau menatah dan menggergaji kayu.
Sebagian telah bekerja di Marisa, kota kecil yang baru
berkembang di provinsi Gorontalo, selama 2 tahun. Sebagian
lainnya baru bekerja selama beberapa bulan di kota (kecamatan)
yang harus ditempuh sekitar 4 jam dari ibukota provinsi itu.Belum reda euforia atas kemenangan Tim Nasional Sepakbola kita di ajang SEA Games XXXII Cambodia, kini bangsa Indonesia kembali dibuat bangg...