Duhai Cintaku,
sebagaimana kita harus mensyukuri segala yang baik yang dikaruniakan-NYA kepada kita,
atau mensyukuri s'gala yang mendatangkan kebaikan meski setitik,
kita harus mensyukuri, saling mensyukuri, keberadaan kita sebagai keluarga.
Sebagaimana kita bangga dengan pakaian kita yang baik, pakaian kita yang indah,
kita harus merawat pakaian kita agar tetap menarik dikenakan.
ketika pakaian kita sobek, kita harus menambalnya, menyulamnya dengan benang yang sama warna dan keindahannya.
Pakaian indah membuat kita percaya diri dan bangga.
Pakaian indah adalah tirai jiwa, mengungkap sebagian rona jiwa kita.
sesungguhnya ada saat aku takut, bahwa aku bukanlah pakaian yang cukup indah buatmu.
ada kalanya aku ragu, apakah aku pakaian yang cukup indah untukmu...(?)
aku takut tak kan mampu lagi merawatmu, pakaian indahku!
[espie laurel prodip depkeu indonesia petarung sejati puisi tulis jurnalis jurnalisme ideal perbendaharaan anggaran tarakan nunukan mataram jakarta marisa keren terbaik pemuda cowok tiada banding good guy best blog primum vivere diende philosophari pecinta ilmu pemikir utopis seniman tak dikenal pencari kebahagiaan]
Tuesday, January 8, 2013
Friday, December 7, 2012
Untuk Laki-laki Sejati
Rasulullah mengingatkan :
ثَلاَثٌ جِدُّهُنَّ جِدٌّ وَهَزْلُهُنَّ جِدٌّ النِّكَاحُ وَالطَّلاَقُ وَالرَّجْعَةُ
"Tiga perkara yang serius dan bercandanya sama-sama dianggap serius, yakni nikah, talak dan rujuk” (HR. Abu Daud)
Imam Nawawi menjelaskan, “Orang yang mentalak dalam keadaan ridha, marah, serius maupun bercanda, talaknya tetap jatuh”
Hal nikah dan rujuk tentu mudah untuk dipahami semua orang. Namun menjadi cukup rumit ketika harus memahami hal-ikhwal mengenai jatuhnya talak.
Talak pada dasarnya terletak pada perkataan seorang suami. Bagi seorang istri, berapa sering pun ia mengucapkan kata tersebut hal ini tidak akan mengubah status hubungan 2 insan dari halal menjadi haram. Hanya saja jika situasi tersebut memang terjadi, seorang istri yang suka mengucapkan kata talak seperti dimaksud dapat dikatakan sebagai telah melakukan kemungkaran. Kemungkaran terwujud karena ia mengucapkan kata yang tidak disukai dan keadaannya sangat dimurkai oleh Sang Khalik. Selain itu, ia juga telah melakukan provokasi kepada suaminya, sebuah kemungkaran tersendiri. Provokasi seorang istri terhadap suaminya untuk melakukan hal yang membuat ALLAH murka, bukankah itu juga merupakan pelanggaran yang cukup berat?
Tidak ada perbedaan di antara para ahli hukum Islam tentang jatuhnya talak ketika seorang suami mengucapkan kata "talak" atau "cerai" atau "pisah" atau "putus" (bagi pengguna bahasa Indonesia). Jika kata tersebut terucap dari seorang suami maka talak itu bagaimanapun telah jatuh, baik disertai niat di dalam hati maupun tidak. Namun ulama berbeda pendapat jika kata yang digunakan adalah kata-kata derivatifnya, kata-kata yang tidak secara tegas memperlihatkan arti "talak", termasuk di dalamnya adalah rangkaian kalimat serupa. Kita tinggal memilih pendapat mana yang menurut itiqad kita lebih baik untuk diikuti. Yang terbaik adalah jika kita mampu menjaga diri dan lisan kita dari melakukan sesuatu yang buruk meskipun masih diragukan kemungkarannya.
Adalah hal besar untuk mengubah sebuah hukum seperti keadaan 2 insan yang memiliki hubungan yang dihukumi halal kemudian menjadi haram hanya dengan mengucapkan sebuah kata. Entah mengapa dari berjuta hal yang diatur oleh Sang Khalik terdapat sebuah kata yang pengucapannya dapat mengubah hukum. Jawabannya pasti karena kata tersebut mempunyai implikasi yang besar, mempunyai efek yang sangat dahsyat, bahkan dapat mempengaruhi jalannya kehidupan.
Pernikahan dan perceraian adalah tentang hidup dan matinya sebuah generasi. Generasi ini adalah masalah besar karena menyangkut masalah awal penciptaan. ALLAH telah menunjuk manusia sebagai pewaris atau wakil-Nya di bumi. Berhasil atau gagalnya pewarisan ini merupakan concern Sang Pencipta, mengingat pada awalnya Iblis dengan sombong mempersoalkan kebijakan yang digariskan Penciptanya. Hal itu telah menempatkannya sebagai makhluk pertama yang membangkang, dan pada akhirnya kita lah yang akan membuktikan kata-kata siapakah yang benar, Iblis atau Penciptanya, Pencipta kita seluruhnya. Siapa yang akan kita bela, Iblis yang sesama ciptaan, atau ALLAH Sang Pemilik Kehidupan? *
Thursday, November 22, 2012
Dr. Qardhawi
ALHAMDULILLAH. Apakah ada manusia yg sempurna? ”Tak ada manusia yg
sempurna!", kata orang. Manusia adalah penciptaan paling sempurna, &
Rasulullah adlh manusia utama, mungkinkah beliau orangnya? DR. JUSUF
QARDHAWI dg ketinggian ilmu & kebijaksanaannya menerangkan hal ini,
mungkin Anda cocok, klik tautan di sini :
"Barangsiapa yang meninggal bukan karena melakukan jihad dan tidak dirasakannya (tidak ingin) dalam jiwanya maksud akan berjihad, maka dia mati dalam keadaan sedikit ADA NIFAKnya", dan Al-Quraan menyatakan, tempat munafik adlh di dasar neraka. Na'udzubillaah!
http://media.isnet.org/is…/Qardhawi/Fatawa/ImanSempurna.htmlBaca juga fatwa2 kontemporer beliau yg penuh kebijaksanaan utk kehidupan sehari2 kita. Membaca karya2 Dr. Qardhawi dijamin sangat mengesankan, menambah rasa haus kita akan fiqh, hukum2 Islam. Sobat2 yg punya kitabnya silakan terus resapi, yg belum punya bisa baca sebagian di webpage tersebut dari urusan hukum nonton televisi, hukum fotografi, hingga urusan sakit dan kematian. Apapun adanya diri kita di masa lalu dan hari ini, mari berusaha jadikan diri kita lebih baik dari waktu ke waktu, semampu kita. Aamiin.
http://media.isnet.org/islam/Qardhawi/Kontemporer/index.html*Dr. Qardhawi menyitir sebuah hadits :
"Barangsiapa yang meninggal bukan karena melakukan jihad dan tidak dirasakannya (tidak ingin) dalam jiwanya maksud akan berjihad, maka dia mati dalam keadaan sedikit ADA NIFAKnya", dan Al-Quraan menyatakan, tempat munafik adlh di dasar neraka. Na'udzubillaah!
Tuesday, November 20, 2012
Izinkan Hamba Sejenak Membenci
Yaa RABB, mungkin hamba belum mampu mengagungkan nama-MU, namun hamba
tak pernah berniat ataupun berusaha mengecilkannya.
Izinkanlah untuk sejenak hamba membenci, kebencian yang tak mampu hamba tanggung, dan karuniakan senantiasa kepada hamba kekuatan lahir dan batin untuk menghadapi ujian hari ini, ésok, dan masa-masa yang akan datang, yaa AZIZ, yaa JABBAR...!
Izinkanlah untuk sejenak hamba membenci, kebencian yang tak mampu hamba tanggung, dan karuniakan senantiasa kepada hamba kekuatan lahir dan batin untuk menghadapi ujian hari ini, ésok, dan masa-masa yang akan datang, yaa AZIZ, yaa JABBAR...!
Sunday, September 16, 2012
Cinta dan Kebahagiaan
mengapa berharap kedamaian-kebahagiaan akan tumbuh dari cinta,
padahal mencintailah yang mampu menumbuhkannya? *solemnly*
padahal mencintailah yang mampu menumbuhkannya? *solemnly*
Saturday, July 7, 2012
Bukan Kebetulan
Sebuah
broadcast pengingat dari orang yang saya hormati, mungkin bermanfaat
untuk kita semua : Co-pas dari milis sebelah.........
Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS
Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR
Jika setiap do’a kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR
Seorang yang dekat dengan TUHAN, bukan berarti tidak ada air mata
Seorang yang TAAT pada TUHAN, bukan berarti tidak ada KEKURANGAN
Seorang yang TEKUN berdo’a, bukan berarti tidak ada masa masa SULIT
Biarlah TUHAN yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena TUHAN TAU yang tepat untuk memberikan yang TERBAIK
Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN
Ketika hatimu terluka sangat dalam……, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN
Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN
Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN
Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAH – HATIAN
Tetap semangat….
Tetap sabar….
Tetap tersenyum…..
Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN
TUHAN menaruhmu di “tempatmu” yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN”……
Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan.
MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA…
Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS
Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR
Jika setiap do’a kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR
Seorang yang dekat dengan TUHAN, bukan berarti tidak ada air mata
Seorang yang TAAT pada TUHAN, bukan berarti tidak ada KEKURANGAN
Seorang yang TEKUN berdo’a, bukan berarti tidak ada masa masa SULIT
Biarlah TUHAN yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena TUHAN TAU yang tepat untuk memberikan yang TERBAIK
Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN
Ketika hatimu terluka sangat dalam……, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN
Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN
Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN
Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAH – HATIAN
Tetap semangat….
Tetap sabar….
Tetap tersenyum…..
Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN
TUHAN menaruhmu di “tempatmu” yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN”……
Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan.
MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA…
Saturday, June 30, 2012
HIDUP ADALAH KUMPULAN PARADOX, MUDAH MENJEBAK!
LIFE BEGINS AT 40
"Hidup
dimulai pada usia 40 tahun", mengapa orang menyatakan demikian? Mengapa
pada usia 40? Salah satu alasannya mungkin adalah karena pada umur 40
usia kita sesungguhnya baru 17 tahunan! 40 dikurangi 1/3 hidup atau 13
tahun 4 bulan yang kita lalui untuk tidur (tidak dihitung). Sisa 26 tahun 8
bulan dikurangi lagi dengan 9 tahun masa kita sebagai anak-anak (tidak dihitung), & hasilnya adalah 17 tahun 8 bulan,
kata orang itulah usia sesungguhnya dari seorang yang berumur 40.
Seperti diakui umum oleh berbagai bangsa di hampir semua belahan bumi,
usia 17 adalah usia dimulainya kedewasaan. Implikasinya adalah mungkin
wajar kalo sebelum umur 40 seseorang dianggap belum memiliki pemikiran
yang matang. Kendatipun demikian, sementara ahli maupun orang bijak
menyatakan bahwa usia bukan merupakan variabel dari fungsi
kedewasaan. Artinya, umur bukanlah penentu tingkat kedewasaan seseorang.
Implikasi lainnya, orang yang mengurangi jam tidurnya cenderung untuk lebih tua, lebih cepat mencapai usia sesungguhnya. Semua itu bisa dipahami, namun yang jelas adalah bahwa ada bagian-bagian timeline hidup kita yang tidak kita sadari.
HIDUP ADALAH KUMPULAN PARADOX
"Orang yang lebih tua lebih dewasa" adalah sebuah contoh paradox. Sebuah paradoks dapat diartikan sebagai sebuah
pernyataan atau sekelompok pernyataan yang mengarah kepada sebuah
kontradiksi atau ke sebuah situasi yang berlawanan dengan logika atau
intuisi. Agar lebih mudah dipahami, kita luaskan maknanya sehingga
paradoks adalah sesuatu yang tampaknya benar tapi ternyata salah, atau
sebaliknya yang tampaknya salah tapi benar. Ketika sampai di situ maka
kita tentu bertanya; benar & salah menurut siapa, atau apa
patokannya? Ya, harus ada sesuatu yang mutlak benar, memiliki kebenaran
absolut dan kekal. Karena makhluk selalu nisbi maka patokannya adalah
Al-Khaliq, Sang Pencipta, yang menjadi & harus dijadikan satu-satunya
sumber kebenaran mutlak.
Sangkin luasnya paradoks ini, berbagai
disiplin ilmu memasukkan paradoks sebagai bagian yang harus dipelajari.
Hukum Paradoks Nilai, Hukum Hasil Yang Semakin Berkurang, Paradoxical Commandments,
Hukum Kelembaman, Efek Doppler, dst adalah contoh beberapa pembahasan
dari beberapa disiplin ilmu dengan dasar fenomena ini. Maknanya, hidup
kita memang dilingkupi paradoks. Lihatlah bumi ini yang
tampaknya adalah tempat tinggal yang paling nyaman -dan kalau bisa
maka ingin kita tinggali selamanya- dan dengan berbagai cara kita
berusaha tetap hidup enak, namun kenyataannya hanyalah sebuah titik
kecil di alam semesta yang di dalamnya adalah api yang terus menyala yang setiap saat bisa membakar. Bumi adalah tempat tinggal paling nyaman adalah sebuah paradoks, jika kita melihat the big picture, gambar besarnya atau bahkan detilnya.
Hubungan
manusia dengan manusia yang begitu rumit atau begitu sederhana
(tergantung pemahaman intuisi maupun logika masing-masing) tak ayal adalah
sebuah dunia yang dipenuhi berjuta paradoks. Kita mengenal paradoks ini
dengan kata yang lebih akrab, yaitu ujian, sebagai
salah satu contohnya. Keadaan A tampak benar, padahal salah. Situasi B
tampak salah, padahal benar. Pernyataan C terdengar benar, padahal
salah. Kata-kata si D agaknya benar, padahal salah, dst. Dengan
demikian, memegang pedoman yang kekal adalah sebuah hal
wajib yang harus dilakukan jika tidak ingin pikiran dan perasaan kita
diobak-abrik oleh berjuta paradoks yang melingkupi. Sebagai pribadi, di
samping selalu melihat gambar(an) besar atau detil, kita juga dituntut
mengenal dengan baik siapa diri kita dan kedudukan setiap orang bagi
diri kita. Wallaahu a'lam! Hidup adalah kumpulan paradoks, hanya mereka yang memiliki ketajaman panca indera, pikiran, dan batin akan hidup bahagia, dan sampai ke tempat kembali dengan selamat. Bergembiralah orang yang telah mengenali dengan baik berjuta paradoks yang melingkupi hidupnya.
[bersambung, mungkin...]
Subscribe to:
Posts (Atom)
Putri, Berkah Untuk Semua
Belum reda euforia atas kemenangan Tim Nasional Sepakbola kita di ajang SEA Games XXXII Cambodia, kini bangsa Indonesia kembali dibuat bangg...
-
“By going to work, we’re killing ourselves, literally!” –dengan bekerja, kita membunuh diri kita sendiri, dalam artian sebenarnya!...
-
B eberapa tahun silam, saya menjadi bagian dari kepanitiaan seleksi beasiswa untuk para pegawai instansi tempat saya bekerja. Ada ...
-
Apa kabar Satria? Ini bukan tentang Satria FU One Million limited edition, motor kesayangan yang lagi istirahat beberapa purnama terakhir di...





