Sunday, November 2, 2014

SALING MENGISI DI SUDUT NEGERI
Gelar Peringatan Hari Oeang Ke-68 di Larantuka

Luar biasa!!! Ucapan itu memang pantas diterima panitia Hari Oeang Ke-68 di Larantuka. Berhasil menggelar rangkaian kegiatan selama 2 minggu penuh dengan persiapan singkat merupakan prestasi bersama yang membanggakan. Berlangsung dari tanggal 20 Oktober hingga 1 November yang baru lalu, kegiatan tersebut ditangani oleh orang-orang yang sehari-hari terkait langsung dengan hal-ikhwal pengelolaan keuangan negara.

Seluruh kegiatan dimaksud melibatkan kurang lebih 350 orang yang berasal dari KPPN Larantuka, KP2KP Larantuka, lembaga keuangan bank (Bank NTT, BRI, BNI, Mandiri, BPR BUD), dan non-bank (Pegadaian dan Posindo), Polres Flores Timur, serta Sekolah Menengah Umum dan Sekolah Menengah Kejuruan di Larantuka. Selama 2 minggu panitia berhasil menggelar 16 pertandingan bola voli dan futsal. Pada tanggal 29 Oktober, bekerja sama dengan unit transfusi darah RSUD Larantuka, panitia berhasil menghimpun 32 kantung darah dalam aksi Donor Darah ORI. Selain itu, pada Hari Oeang tanggal 30 Oktober juga disalurkan 1 paket bantuan material bangunan dan 1 paket keperluan sehari-hari kepada yayasan panti asuhan acamister.

Puncak acara peringatan Hari Oeang Ke-68 tanggal 30 Oktober 2014 ditandai dengan upacara pengibaran bendera. Bertidak sebagai pembina upacara adalah Kepala KPPN Larantuka. Upacara yang digelar di halaman KPPN Larantuka tersebut melibatkan petugas gabungan yang dipilih dari seluruh instansi terkait. Hari Oeang merupakan peringatan tahunan untuk mengenang kembali detik-detik beredarnya Oeang Republik Indonesia (ORI) pada tahun 1946. Mata uang tersebut hingga saat ini kita gunakan sebagai alat pembayaran yang sah dengan satuan Rupiah.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, peringatan tahun ini memiliki nuansa yang berbeda. Di luar dugaan, pihak-pihak terkait yang tergabung dalam kepanitiaan menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Ajang silaturahmi di antara pihak-pihak yang terkait dengan pengelolaan keuangan negara di Larantuka pun akhirnya terwujud. Lokasi yang jauh dari kota besar tidak menyurutkan semangat para punggawa keuangan di Larantuka untuk berprestasi. 

“Mempererat jalinan silaturahmi antara Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Larantuka dan stakeholders, yaitu mitra kerja perbankan maupun mitra kerja non-bank,” demikian Kepala KPPN Larantuka Zulkarnaen Siregar, selaku Ketua Panitia mengungkapkan maksud dan tujuan kegiatan ini. Dalam sambutannya di hadapan Plh. Bupati Flores Timur, dan segenap keluarga besar keuangan di Larantuka, Kepala KPPN Larantuka menjelaskan bahwa KPPN Larantuka dengan mitra kerja yang tergabung dalam kegiatan ini merupakan sebuah keluarga besar pengelola keuangan negara di daerah, yang setiap saat berinteraksi dan bekerja sama dalam rangka menunjang pembangunan nasional. Oleh karena itu, sudah selazimnya memiliki ikatan silaturahmi dan komunikasi yang erat untuk menunjang kerja sama yang telah terjalin.

Kedua, lanjutnya, tujuan rangkaian kegiatan Hari Oeang ini adalah untuk meningkatkan kinerja para pegawai instansi terkait. Hal ini dilakukan melalui penanaman nilai teamwork atau kerja sama tim sebagaimana tergambar dalam kegiatan olahraga yang digelar. “Menang dan kalah adalah hal yang harus terjadi dalam setiap pertandingan, bukan merupakan tujuan akhir kita, namun sejauh mana nilai-nilai sportivitas dan kerja sama dapat menginspirasi peningkatan kinerja personal, yang pada gilirannya akan meningkatkan kinerja institusional dalam rangka mencapai tujuan organisasi,” lanjut Kepala KPPN Larantuka. 

Ketiga, untuk menumbuhkembangkan kepedulian sosial, mengasah kepekaan untuk membantu sesama, utamanya bagi yang kurang mampu maupun yang membutuhkan di sekitar kita. “Beberapa hari lalu kita telah menunjukkan kepedulian tersebut melalui kegiatan donor darah kolektif dan anjangsana ke yayasan yatim piatu,” demikian Kepala KPPN Larantuka dalam laporannya, merujuk yayasan Acamister (anak cacat, miskin, dan terlantar) Duli Onan di Larantuka. 

Sebagai penutup rangkaian acara Hari Oeang Ke-68 tersebut digelar kegiatan jalan santai pada hari Sabtu 1 November 2014. Acara ini melibatkan lebih kurang 200 orang partisipan . Selain diwarnai aneka lomba dan penyerahan piala bagi juara bola voli, futsal, dan tarik tambang, dalam acara penutup ini juga dibagikan berbagai doorprize menarik yang disediakan oleh institusi perbankan di Larantuka. Semua pihak berharap agar kegiatan ini digelar lagi tahun depan dengan skala yang lebih besar. [SP]




Thursday, October 30, 2014

OLAHRAGA!!! (Sambutan Menteri Keuangan 2014)

Atas nama Kementerian Keuangan dan pribadi, saya juga memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pegawai yang telah bekerja keras dalam menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai punggawa keuangan negara. Terus jalin erat persatuan dan kesatuan di antara pegawai, baik melalui kegiatan formal di tempat kerja, maupun melalui wahana informal seperti kegiatan olahraga. Ragam kegiatan tersebut memiliki daya rekat yang tinggi untuk menciptakan kekuatan Kementerian Keuangan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif di abad 21.

(Sambutan Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro pada Peringatan Hari Oeang Ke-68 Tahun 2014)




SAMBUTAN MENTERI KEUANGAN
PADA PERINGATAN KE-68 HARI OEANG

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera untuk kita semua,

Saudara-saudara yang berbahagia,
Puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga pada hari ini kita masih diberi kesempatan untuk merayakan peringatan ke-68 Hari Oeang, serta masih dapat menjalankan tugas dan pengabdian kepada bangsa tercinta.

Menengok ke catatan sejarah bangsa Indonesia, sebuah peristiwa penting terjadi pada tanggal 30 Oktober 1946. Hari itu, Pemerintah Indonesia mengedarkan Oeang Republik Indonesia (ORI) untuk pertama kalinya, serta menyatakan bahwa uang Jepang, uang NICA, dan uang Javasche Bank sudah tidak berlaku lagi. ORI diterima dengan penuh rasa bangga oleh seluruh rakyat Indonesia. Mata uang ini menjadi lambang kedaulatan bangsa Indonesia, wujud rasa percaya diri akan keberadaan sebuah negara yang baru berdiri.

Kelahiran ORI menginspirasi kita untuk meneladani tindakan kepahlawanan di masa lalu. Semangat dan perjuangan untuk menjaga dan mempertahankan kedaulatan bangsa itu nyata adanya. Peristiwa besar tersebut juga mengilhami kita untuk menciptakan peristiwa gemilang di masa kini dalam bentuk perjuangan yang berbeda. Untuk itu, melalui peringatan Hari Oeang, saya mengajak seluruh keluarga besar Kementerian Keuangan, mari kita gelorakan semangat di dada masing-masing dalam perjuangan mengawal keuangan negara menuju Indonesia jaya.

Saudara-saudara,
Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, pada tanggal 17 Agustus 2014, Pemerintah Indonesia secara resmi menerbitkan mata uang rupiah berfrasa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Peluncuran uang NKRI tersebut merupakan salah satu peristiwa penting hasil kerja keras bertahun-tahun. Proses pembahasan Undang-Undang tersebut telah dirintis sejak tahun 2006, dan penetapannya baru dilakukan pada tahun 2011.

Selain menunaikan amanat undang-undang, penerbitan uang NKRI juga memiliki filosofi tersendiri. Uang NKRI merupakan manifestasi Pemerintah yang diwakili oleh Menteri Keuangan dan Bank Indonesia. Lambang Garuda Pancasila, frasa NKRI, dan tanda tangan dua pejabat Pemerintah mempertegas posisi mata uang rupiah sebagai milik NKRI. Peluncuran uang NKRI juga menjadi momentum yang sangat baik bagi negara kita untuk menjadikan rupiah sebagai tuan rumah di negeri sendiri.

Selain itu, uang NKRI akan semakin dihargai dan dihormati mengingat bahwa setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran, penyelesaian kewajiban lainnya yang harus dipenuhi dengan uang, dan/atau transaksi keuangan lainnya yang dilakukan di seluruh wilayah NKRI wajib menggunakan rupiah dengan konsekuensi hukum pidana bagi yang tidak mematuhinya. Dengan uang NKRI ini, kita jadikan kedudukan rupiah semakin kuat sebagai alat pembayaran yang sah dalam kegiatan perekonomian nasional dan internasional guna mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Saudara sekalian,
Peringatan Hari Oeang tahun 2014 berdekatan waktunya dengan terbentuknya pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Oleh karena itu, tepatlah kiranya jika peringatan Hari Oeang tahun ini mengangkat tema "Dengan Semangat Baru, Kita Selaraskan Gerak Kerja Kemenkeu untuk Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat yang Berkeadilan".

Semangat baru dalam kabinet baru diharapkan dapat membawa tambahan energi untuk membangun negeri. Pilihan tema dimaksud juga menunjukkan tekad Kementerian Keuangan untuk dapat bekerja dalam sinergi dan kerja tim yang solid, baik di dalam internal organisasi, maupun dengan kementerian/lembaga lain. Bersama seluruh elemen pemerintahan lainnya, Kementerian Keuangan akan berkoordinasi dalam keselarasan gerak langkah menuju peningkatan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan.

Meningkatkan daya saing, meningkatkan ketahanan ekonomi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif adalah beberapa upaya Pemerintah untuk memantapkan perekonomian nasional. Sementara itu, untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan, Pemerintah telah dan akan terus memperjuangkan pembangunan sumber daya manusia (SOM) berkualitas, penurunan kemiskinan dan pengangguran, mitigasi bencana, dan program peningkatan kesejahteraan rakyat lainnya.

Hadirin yang berbahagia,
Pada tanggal 28 Oktober 2014 kemarin, seluruh bangsa Indonesia juga memperingati Hari Sumpah Pemuda, yaitu momentum historis yang kental dengan heroisme. Melalui Sumpah Pemuda, para pemuda memperjuangkan gagasan tentang negara Indonesia. Sumpah Pemuda juga merupakan pengejawantahan dari upaya mengangkat harkat dan martabat negara Indonesia agar menjadi bangsa yang mandiri dan sejajar dengan bangsa lain.

Dengan peringatan tersebut, para pemuda yang merupakan generasi penerus bangsa diharapkan dapat meningkatkan kualitas dirinya menjadi  SDM yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing sehingga dapat berkompetisi dalam persaingan global. Apalagi sesaat lagi, kita akan menghadapi ASEAN Economic Community 2015. Negara kita harus memiliki strategi jitu untuk meningkatkan daya saing nasional secara keseluruhan. Waktu yang tersisa menjelang ASEAN Economic Community 2015 harus dihadapi dengan melakukan berbagai aksi nyata, utamanya yaitu dengan menyiapkan SOM yang mampu bersaing dengan SOM dari negara ASEAN lainnya.

Saudara-saudara,
Beberapa waktu lalu, Presiden Republik Indonesia telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk memimpin Kementerian Keuangan. Saya bertekad akan memimpin Kementerian Keuangan dengan segenap jiwa dan kemampuan saya. Akan tetapi, dalam menunaikan amanah ini, saya sangat membutuhkan dukungan, bantuan, dan kerja sama dari segenap pejabat dan pegawai Kementerian Keuangan. Ke depannya, kita akan melanjutkan program-program berjalan, dengan melakukan penyempurnaan dan inovasi supaya tercapai solusi dari berbagai persoalan. Fundamental perekonomian nasional harus semakin kita perkuat supaya tangguh dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

Melalui sambutan ini, saya ingin mengajak seluruh elemen Kementerian Keuangan untuk bekerja keras dalam menunaikan tugas dan pekerjaan yang telah dipercayakan kepadanya. Saya optimis, bahwa ekonomi kita dapat tumbuh tinggi, jika kita mampu tetap menjaga, mengembangkan, dan menjalankan kebijakan fiskal yang prudent dan sehat. Ke depannya kita juga mampu menyusun kebijakan yang mendukung peningkatan investasi di Indonesia. Sebagaimana kita ketahui, investasi merupakan sumber pertumbuhan, selain konsumsi dan ekspor yang kuat. Investasi yang baik akan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dengan ekonomi yang kuat, negara kita akan lebih kuat menghadapi gejolak ekonomi, baik akibat pengaruh domestik, maupun pengaruh global. Untuk itu, saya mengharapkan sumbangsih waktu, tenaga, dan pikiran Saudara sekalian untuk mewujudkan hal tersebut.

Saya juga berharap kepada segenap pimpinan Kementerian Keuangan untuk menyempurnakan pelayanan di unit masing-masing yang dipimpinnya. Kita harus bisa memastikan bahwa .masyarakat merasakan manfaat dan kehadiran dari unit-unit pelayanan Kementerian Keuangan. Kita ada untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

Saudara-saudara,
Pada kesempatan kali ini, saya ucapkan selamat kepada Saudara-saudara yang hari ini memperaleh penghargaan Satyalencana Karya Satya dan Piagam Penghargaan Pensiun. Loyalitas dan integritas yang Saudara-saudara tunjukkan patut diteladani oleh para pegawai lainnya. Saya juga menyampaikan selamat kepada para pemenang lomba Kantor Pelayanan Percontohan Tahun 2014. Menyuguhkan pelayanan prima kepada masyarakat bukanlah perkara mudah. Untuk menuju bentuk pelayanan ideal yang prafesional, efisien, efektif, dan optimal, diperlukan SDM berkualitas, lingkungan yang mendukung, dan waktu. Kesempurnaan layanan tidak dapat terwujud secara instan, sehingga perbaikan sektor pelayanan secara terus menerus adalah hal yang mutlak. Oleh karena itu, jangan terlena dengan prestasi yang telah dicapai, justru terus tingkatkan dan sempurnakan.

Atas nama Kementerian Keuangan dan pribadi, saya juga memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pegawai yang telah bekerja keras dalam menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai punggawa keuangan negara. Terus jalin erat persatuan dan kesatuan di antara pegawai, baik melalui kegiatan formal di tempat kerja, maupun melalui wahana informal seperti kegiatan olahraga. Ragam kegiatan tersebut memiliki daya rekat yang tinggi untuk menciptakan kekuatan Kementerian Keuangan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif di abad 21.

Mengakhiri sambutan ini, saya ucapkan selamat memperingati Hari Oeang. Sekali lagi, dengan gelora semangat baru, mari kita selaraskan gerak kerja Kementerian Keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan. Mari berjuang bersama menuju Indonesia yang lebih baik. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk kepada kita semua dalam melaksanakan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Sekian dan terima kasih.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Jakarta, 30 Oktober 2014

Menteri Keuangan
Bambang P.S. Brodjonegoro


Tuesday, October 14, 2014

KEPEMIMPINAN (I)

In my humble opinion,
Gak perlu jauh-jauh lah mencari kualitas kepemimpinan terbaik, agama kita sudah mengajarkannya sejak kecil.

Pemimpin yang baik itu adalah pemimpin yang sidiq (benar), amanah (dapat dipercaya), fathonah (cerdas), dan tabligh (mampu menyampaikan/melahirkan sesuatu). Kalo yang Anda cari adalah pemimpin yang terbaik, tambahkan 1 kualitas lagi, yaitu 'itsar (altruistm, mengutamakan pihak lain utamanya orang-orang yang dipimpinnya).

Saat ini mungkin pemimpin yang banyak Anda jumpai adalah orang-orang yang hanya kualitas "fathonah"nya yang unggul. Shame on us! [SP]


Saturday, June 28, 2014

Melestarikan Warisan Budaya Nusantara Melalui “Dolanan”


Permainan anak-anak yang disebut Gelathik atau Benthik, atau Pathil Lele, atau sebutan lain di berbagai daerah masih cukup populer di era 1980-an. Dolanan sederhana yang menghadapkan 2 tim ini biasanya dimainkan oleh anak laki-laki. Terdapat unsur olahraga dan keterampilan, mengajarkan keberanian, survival, dan kompetisi.Kini dolanan ini sangat jarang ditemui lagi. Menurut penuturan para ahli, setidaknya ada 3 alasan yang menyebabkan dolanan ini menjadi langka. Pertama adalah keterbatasan lahan permainan khususnya di kota-kota besar. Kedua, generasi muda saat ini lebih akrab dengan teknologi (gadget dan game-player). Ketiga, tidak adanya dukungan pemerintah khususnya dalam hubungannya dengan integrasi dunia pendidikan. Konon hal ini kiranya dapat dimaklumi karena kini Kementerian Pendidikan tidak lagi turut menangani aspek Kebudayaan. Benarkah demikian? Masihkah Anda mampu memainkan dolanan ini? Jika saat kanak-kanak Anda pernah memainkan dolanan ini, dapat disimpulkan masa kecil Anda sangat bahagia (ha ha ha…).


Untuk melestarikan permainan yang selalu membuat para pemain antusias tersebut, KPPN Marisa memainkan kembali dolanan ini dalam 2 acara Family Gathering terakhir. Yang pertama adalah pada tahun 2013 pada masa kepemimpinan Bapak Riyadi. Permainan kedua dilaksanakan pada tanggal 1 Maret 2014 di bawah kepemimpinan Kepala KPPN Marisa sat ini yaitu Bapak Doddy Handaryadi. Cukup mengesankan bahwa para punggawa KPPN Marisa rata-rata lihai memainkan dolanan yang nyaris punah tersebut.


Tidak sulit untuk memainkan dolanan ini asal Anda menemukan tanah lapang dan memiliki beberapa kawan untuk dibagi menjadi 2 tim yang berlawanan. Selain itu, Anda tinggal mencari sepotong kayu kira-kira sepanjang 2 jengkal. Dari 2 jengkal itu seperempat bagiannya harus dipotong sebagai anak (patah, jawa) yang selanjutnya dalam permainan akan dipukul dengan bagian panjangnya. Kemampuan memukul patah maupun mengarahkan lemparan ke base permainan adalah modal utama untuk dapat unggul dalam setiap permainan ini. Dolanan apa yang masih Anda mainkan saat ini? Atau Anda juga lebih suka tenggelam dalam gadget yang berkembang semakin pesat dan takkan berhenti? [SP]



Sunday, December 1, 2013

TENTANG CERMIN

Setiap kita adalah cermin untuk pasangan kita masing-masing.

Ada saat-saat di mana semakin sering kita bercermin maka semakin sering kita merasa tak bahagia.

Langkah termudah adalah memanfaatkan cermin lain,
namun langkah terbaik adalah untuk tidak usah bercermin,
dan pancarkan sendiri cahaya untuk dipantulkan pada cermin yang kita miliki!



Saturday, October 26, 2013

PESUT : Lumba-lumba Air Tawar Yang Mulai Punah


Pesut, atau Pasut, atau Bawoi (Orcaella Brevirostris atau Irawadi Dolphin) adalah lumba-lumba air Asia Tenggara yang mulai punah. Secara fisik ia mirip beluga/paus putih (Delphinapterus Leucas). Danielle Kreb dan Yayasan Konservasi RASI (Rare Aquatic Species of Indonesia) memperkirakan populasi pesut pada tahun 2010 hanya tinggal 90 ekor.

DATA PENEMUAN

Selasa, 16 Oktober 2012: -;               Sungai Keluang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, 2 ekor terlihat berenang (pontianak, tribunnews)
Senin, 15 Oktober 2012: -;                Sungai Keluang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, 1 ekor ditemukan mati.
Sabtu, 13 Oktober 2012: -;                Sungai Keluang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, 3 ekor terlihat berenang.
Minggu, 23 Oktober 2011: 09.30;     Sungai Kedang Rantau (anak sungai Mahakam), Muara Kaman, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, 5 ekor terlihat keluar dari sungai Kedang Rantau menuju Mahakam (Antaranews, Lionmag, iskandarzdatu.blogspot)
Selasa, 13 September 2011: 07.00;   Muara Kaman Ulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, 1 ekor mati tersangkut jaring (Tribunnews). Kejadian serupa terjadi tahun 1983.
Jumat, 22 April 2011: petang;           Perairan Baru Ampar, sumber lain menyebut Perairan Selat Sih’ Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (WWF 2011), 4 ekor terlihat berenang (uhrmedia – kkp.go.id)
Rabu, 29 Desember 2010: 10.00;      Sungai Kampar, Riau, 4 ekor terlihat berenang (1000insan.blogspot)
Senin, 24 Oktober 2010: Petang;      Sungai Kedang Pahu (anak Sungai Mahakam), Kecamatan Muara Pahu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, 3 ekor berenang (iskandarzdatu.blogspot)
Selasa, 18 Mei 2010: -;                       Teluk Balikpapan, Balikpapan, Kalimantan Timur, 2 ekor terlihat berenang. (Antaranews, foto Stanislav Lhota, Zoolog University South Bohemia, Chechnya)
Kamis, 30 September 2004: 17.30;   Sungai Pella (menghubungkan sungai Mahakam dengan Danau Semayang, Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, 10 – 12 ekor terlihat berenang.

Penelitian LIPI (lipi.go.id) :
Kamis, 20 Oktober 2005:
08.05     terlihat     6 ekor;
14.00     terlihat     4 ekor;
15.50     terlihat     6 ekor;
16.05     terlihat     8 ekor.

Jumat, 21 Oktober 2005:
08.10     terlihat     2 ekor;
08.30     terlihat     3 ekor;
14.00     terlihat     2 ekor;
16.30     terlihat     5 ekor.

Tanggal 27 Agustus s.d. 5 September 2007,

Tanggal 14 s.d. 21 September 2007, dan

Tanggal 22 s.d. 28 November 2007,
Yayasan Konservasi RASI meneliti sungai dan DAS Mahakam sejauh 1.709km, menemukan populasi pesut di :
Kutai Kartanegara  :       42 ekor
Kutai Barat             :       52 ekor
Jumlah                    :       94 ekor

Populasi Pesut Mahakam menurut data Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur antara Tahun 1975 – 2000 (dari Karya Tulis Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Penurunan dan Persebaran Populasi Pesut di Sungai Mahakam, Nurul Ihsan Fawzi, Nur Cholis Al-Hadi, dan Bambang Setya Aji, 2008) :
1975         1000   ekor           (0, angka penurunan awal)
1980         800     ekor           (-200)
1985         600     ekor           (-200)
1990         400     ekor           (-200)
1995         100     ekor           (-300)
2000         50       ekor           (-50)


SINOPSIS LEGENDA PESUT MAHAKAM

http://sastrabahasa21.wordpress.com/2014/03/11/sinopsis-legenda-pesut-mahakam/
Dikisahkan di sebuah dusun Rantau Mahakam, Kalimanatan Timur, hiduplah keluarga kecil yang bahagia mereka hidup damai di sebuah pondok sederhana. Namun pada suatu hari sang istri terserang penyakit aneh yang kemudian menewaskan sang istri. Sang ayah dan kedua putra putrinya sangat sedih. Sang ayah menjadi pemurung dan suka malas-malasan. Melihat kondisi itu para sesepuh kampung menasehati sang ayah agar tidak terlalu larut dalam kesedihan, kasihan anak-anaknya. Kemudian di saat musim panen diadakan pesta adat yang banyak menampilkan pertunjukan. Namun kemeriahan pesta belum bisa menghibur perasaan keluarga tersebut, sampai ketika sang ayah mendengar kabar bahwa dalam pesta adat tersebut ada gadis cantik yang sangat pandai menari. Saat melihat gadis itu sang ayah jatuh hati kepada gadis tersebut demikian juga dengan gadis tersebut. Setelah mendapat restu dari sesepuh kampung mereka akhirnya menikah.

Kebahagian itu tidak lama, hanya dalam beberapa bulan kemudian sang ibu tiri mulai menujukan rasa bencinya kepada anak-anak tirinya itu. Sang ibu sering memberi mereka makanan sisa, setiap hari menyuruh mereka untuk mencari kayu di hutan. Pada suatu hari ketika mereka mencari kayu di hutan, karena mereka sangat lapar ketika tengah hari maka pingsanlah kedua anak tersebut, kemudian mereka ditolong kakek tua. Ketika mereka pulang ke rumah, mereka sangat terkejut ternyata isi rumah mereka telah kosong.

Kedua anak tersebut mencari kemana sang ayah pergi. Ketika mereka tiba di tepi sungai Mahakam mereka melihat pondok yang mengepulkan asap, mereka mampir ke sana. Kemudian sang kakek menceritakan tentang orang yang telah mampir ke pondoknya sebelum kedua anak tersebut, kedua anak tersebut merasa yakin bahwa itu kedua otang tua mereka, sang kakek kemudian memberitahukan kemana tujuan orang tua kedua anak tersebut.

Kemudian kedua anak tersebut menyusul kedua orang tua mereka. Pada saat itu mereka menemukan pondok yang masih baru yang terletak di pinggir sungai. Ketika mereka memeriksa isi pondok mereka menemukan barang-barang milik ayah mereka tetapi kedua anak tersebut tidak menemukan ayah mereka di pondok. Ketika mereka memeriksa dapur, ternyata didapur hanya ada periuk berisi nasi yang sudah menjadi bubur di atas api, karena lapar akhirnya kedua anak tersebut memakannya. Namun beberapa saat kemudian kedua anak tersebut merasa ada yang berbeda, suhu tubuh mereka terasa sangat panas yang sangat luar biasa, kedua anak tersebut mencari air untuk meyiram tubuh mereka semua air di pondok itu telah habis. Mereka berlari ke arah sunga, sesampainya di sungai kedua anak tersebut masuk ke dalam sungai tidak beberapa lama kemudian mereka berubah menjadi ikan.

Sang ayah yang baru pulang dari ladang, sangat terkejut ketika menemukan sebuah bungkusan dan Mandau milik anaknya. Sang ayah mencari kedua anankya menyusuri jalan yang menuju ke arah sungai, tibanya di tepi sungai sang ayah menemukan dua ekor ikan yang sesekali muncul ke permukan dan menyemburkan air dari kepalanya, ketika akan memberitahukan kejadian itu pada istrinya, sang istri telah menghilang secara gaib, ternyata sang istri bukanlah manusia biasa.(*)


Friday, October 4, 2013

Scaled Entrepreneurship

PT RAI. Ilham Habibie dengan ayahanda B.J. Habibie dalam proses pembuatan pesawat bertipe R80; merupakan blueprint pesawat N250 Next Generation. N250 adalah pesawat karya B.J. Habibie melalui PT Dirgantara Indonesia yang pengembangannya dikandaskan pada awal abad 21.
keluarga Habibie akan mengembangkan pesawat N250 NG melalui PT RAI, Regio Aviasi Industri.

OSO Group membangun kilang minyak di Azerbaijan. OSO Group adalah perusahaan milik Oesman Sapta Odang (OSO), seorang yang memulai usaha dari bawah & kini menjadi salah satu pengusaha terkaya Indonesia. Salah satu asetnya adalah tanah luas di P. Karimun. Untuk kilang minyak tersebut OSO menggaet Tanri Abeng ("manager satu milyar" di akhir abad 20, PT Bintang Indonesia -Bir Bintang).

Report on PT Aneka Tambang
Produksi : 35 ton/tahun
Penjualan : 5 ton/tahun (domestik)
PT Antam adalah Pemegang tunggal sertifikat London Bullion Market Association (LBMA) di Indonesia saat ini.



Putri, Berkah Untuk Semua

Belum reda euforia atas kemenangan Tim Nasional Sepakbola kita di ajang SEA Games XXXII Cambodia, kini bangsa Indonesia kembali dibuat bangg...