Friday, September 30, 2011

KEBAHAGIAAN Adalah Hak Semua Orang? Salah!!!

Jika Anda selama ini memegang prinsip bahwa kebahagiaan adalah hak semua orang atau hak setiap individu, Anda harus berpikir ulang. Kajilah kembali prinsip Anda tersebut! Mengapa demikian? Karena prinsip tersebut akan terus membuat Anda menderita seumur hidup jika kenyataan yang Anda hadapi dari hari ke hari tetap jauh dari makna "bahagia". Bangunlah dari mimpi! Hadapilah kenyataan bahwa kebahagiaan bukanlah hak Anda! Ya, kebahagiaan bukanlah hak!

Anda mungkin memperhatikan di sekeliling Anda, bahwa banyak orang di sekitar Anda yang selalu hidup kekurangan, menderita, bahkan hingga mereka tutup usia? Ya, mereka tidak sempat merasakan arti hidup bahagia. Sebagian di antara mereka menghadapi itu semua dengan tenang dan tetap tabah. Sebagian lainnya menghadapi itu semua dengan amarah, dengan terus mengumbar kata dan laku yang mencerminkan ketidakpuasan.

Sebagian yang pertama tampaknya telah menyadari bahwa kebahagiaan bukanlah hak mereka, mereka hanya berusaha menjalani hidup dengan apa adanya, seperti mengikuti saja ke mana arus air kehidupan akan mengalir. Sebagian berikutnya berbeda dengan sebagian yang pertama dalam hal penerimaan atas pemahaman akan hal ini. Mereka tetap ngotot bahwa kebahagiaan adalah hak mereka. "Mana kebahagiaanku?", "mana bahagia yang menjadi hakku?", "oh Tuhan, kenapa tak kuberikan hak kami untuk bahagia?", demikian seterusnya penuh dengan tuntutan-tuntutan lain yang senada. Sampai terisak-isak, sampe hidung meler dan wajah full ingus...!!! Sak no rek...!!! melasi nemen cah..!!!

Ingatlah sabda Rasulullah Muhammad bahwa kebahagiaan dan kesengsaraan seorang anak manusia telah menjadi qadha Sang Pencipta sejak ia masih berada di perut ibunya. Coba bacalah Shahih Muslim nomor 4781,  dan kita akan pahami bahwa hukum awal kebahagiaan adalah bukan hak setiap orang, melainkan tak lebih daripada sebagai ANUGERAH ALLAH.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam sebagai Ash-Shadiq Al-Mashduq, orang yang jujur dan isi perkataannya benar bercerita kepada kami :
sesungguhnya setiap kamu mengalami proses penciptaan dalam perut ibunya selama 40 hari (sebagai nuthfah), kemudian menjadi setimpal darah selama itu juga, kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula. Selanjutnya Allah mengutus malaikat untuk meniupkan roh ke dalamnya dan diperintahkan untuk menulis empat perkara yaitu: menentukan rezekinya, ajalnya, amalnya serta apakah ia sebagai orang yang sengsara ataukah orang yang bahagia. Demi Zat yang tiada Tuhan selain Dia, sesungguhnya salah seorang dari kamu telah melakukan amalan penghuni surga sampai ketika jarak antara dia dan surga tinggal hanya sehasta saja namun karena sudah didahului takdir sehingga ia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah ia ke dalam neraka. Dan sesungguhnya salah seorang di antara kamu telah melakukan perbuatan ahli neraka sampai ketika jarak antara dia dan neraka tinggal hanya sehasta saja namun karena sudah didahului takdir sehingga dia melakukan perbuatan ahli surga maka masuklah dia ke dalam surga.

(bersambung, mungkin...)


No comments: