Tuesday, September 1, 2009

Tidur Adalah Kiasan (Satu Memorabilia)

Suatu malam seorang ibu mengantar puteri kecilnya tidur. Bersama sang ibu ia membaca doa tidur singkat بسمك ١ﻟﻟﮭﻤﺎ ١حيٵ و بسمك ١موٺ diikuti lafal tarjamahnya dengan nama-Mu yaa ١لله aku hidup, dan dengan nama-Mu aku mati…. Tanpa diduga anak empat tahun itu mengajukan pertanyaan, “Bunda, besok Dhe2 mati ya?”. “Bunda, ayah, dan yang lainnya, semua akan mati”, ibunya mulai penjelasan. “Tapi nanti ketemu lagi di syurga karena kita saling menyayangi..”, lanjut sang ibu. Entah apa yang ada di alam pikiran anak kecil itu, tapi kemudian ia menangis

HARUSKAH MERANA?
Tak lama kemudian pembicaraan beralih ke topik tentang jantung dan darah. “Kalau Dhe2 jatuh, biar berdarah, tapi gak nangis…”, katanya. Kemudian tiba-tiba ia mengatakan sesuatu yang membuat ibunya tersentak. Besok kalau gak ada Bunda, gak ada Tante –pengasuhnya (karena mati), Dhe2 mau jadi pengemis aja!. Kemudian ia menangis, sang ibu memeluknya dengan hangat. Entah apa yang dirasakannya, takut, sedih, atau cinta yang hilang? Hanya ia yang tahu imaginya sendiri. “Dhe2 masih punya Ayah, Kakak, Eyang, Oom, dan lainnya yang sayang sama Dhe2…”, ibunya mencoba menenangkannya. “Jadi gak boleh mengemis…”, lanjut ibunya. “Dhe2 anak pinter, nanti bisa bekerja untuk cari uang. Bunda pingin lihat Dhe2 besar dan punya anak…”. Pikiran putri kecil itu kemudian menerawang entah ke mana.

Sang ibu membiarkannya sesaat sampai putrinya bertanya kembali, dulu waktu Dhe2 kecil Bunda kasih nama Lauren, ya?. Sang ibu menjawab bahwa ayahnya yang memberi nama putrinya itu Lauren. Ketika ibunya bertanya kenapa, putri kecilnya tak menjawab. “Dhe2 suka (nama itu)?”, tanya ibunya. Yang ditanya hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. “Lauren itu artinya mahkota, supaya Dhe2 jadi putri yang cantik…”, ibunya menambahkan. Pembicaraan pun terus berlanjut, tentang keinginannya memiliki adik laki-laki, dan seterusnya hingga kegelapan malam mengantarkannya ke alam mimpi…

TIDUR ADALAH KIASAN
Ya, dari doa yang telah diajarkan dan kita panjatkan, tampaknya tidur adalah sebuah kiasan. Sebuah potret kecil dari gambaran peristiwa besar yang akan dialami semua ciptaan. Bagaimana laku kita sebelum tidur, akan menentukan bagaimana situasi tidur kita dan setelahnya. Jika sebelum tidur laku kita baik, saat tidurpun kita akan tenang, nyaman, dan tak jarang sambil mengulum senyum. Begitupun ketika mata hendak terpejam, perjalanan hari yang indah akan menyusup ke dalam ingatan. Sambil menerawang menembus langit-langit, hati terasa lega, semua terasa indah... Begitupun kurang lebih ketika peristiwa besar kematian kita pada saatnya menjelang... Wallahu a'lam bis shawwab...

"wahai nafs (diri/jiwa) yang tenang, kembalilah kepada Rabbmu dengan hati yang ridha lagi diridhai. maka masuklah ke dalam kumpulan hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku!" (QS Al-Fajr (89) : 27-30)

"O (thou) soul, in (complete) rest and satisfaction. "come back thou to thy Lord well pleased (thyself), and well-pleasing unto Him! enter thou, then among My devotees! Yea, enter thou My heaven!" (The Dawn: 27-30)



No comments: