Wednesday, November 11, 2009

♫♪ THE GREATEST SONG VERSES TO ME ♫♪

1. aku kembali terduduk di atas kebekuan bara hati...
2. coba bawakan dia, meski hanya lewat mimpi...
[Asmara Satu Ketika, EBIET G. ADE]

 

3. ku menatap dalam kelam, tiada yang bisa kulihat, selain hanya nama-Mu yaa Allaah...
4. saat Kaulimpahkan karunia-Mu, dalam sunyi aku bersujud...
[Kepada-Mu Kubersujud, AFGAN]

 

5. letih, meski mencoba melabuhkan rasa yang ada...
6. Cinta 'kan membawamu kembali di sini, menuai rindu, membasuh perih...
[Cinta 'kan Membawamu Kembali, DEWA 19]

 

7. betapa banyak kanvas kugores lukisan wajah-Mu... namun tak pernah dapat kureka keteduhan-Nya...
[Rindu Kehadiran-Mu, EBIET G. ADE]

 

8. aku ingin menjadi sesuatu yang mungkin bisa Kaurindu...
[Dealova, ONCE]

 

9. tajuk bak permata, siratan bintang kejora...
[Melati Suci, GSP]

 

10. maumu jadi mauku, pahitpun itu kutersenyum.
11. mauku tak penting lagi, biar kubuat bahagiamu.
[Masih Cinta, KOTAK]





Tuesday, November 3, 2009

[Specific] Phobia

SELAMAT kepada Anda yang terus menuangkan gagasan di dunia maya, sebab di luar pengetahuan awam ada sebagian orang yang ternyata mengalami gangguan psikis yg disebut  

PHRONEMOPHOBIA [ketakutan berpikir]
&
LOGOPHOBIA [ketakutan atas kata2],

dan rasa takut tersebut sungguh-sungguh besar serta irrasional. Ada ribuan rasa takut dlm diri stiap orang, dan mereka yang sukses adalah yg mampu mengelolanya dgn baik...


Apa phobia Anda?




Saturday, September 19, 2009

Memorabilia of Journey

Personal note in correspondence with the journey to Iedul Fithr;
 

Mahasuci ALLAH dari kepentingan terhadap makhluk.
Apapun yg qta lakukan takkan memberi manfaat maupun mudharat thdp-NYA. Namun IA akan "tersenyum" ridha jika mendapati makhluk-NYA yg beriman kpd-NYA berbuat baik & memberi manfaat bagi sesama. Jika IA mendapati makhluk-NYA bertaubat kpd-NYA pun demikian. KASIH SAYANG-NYA Mahaluas, sangat jauh lebih luas drpd kasih sayang seorang ibu yg paling pengasih & penyayang kpd anak yg paling dikasihi & paling disayangi. Jangan pernah enggan tuk mohon kemaafan & pengampunan dari-NYA, sekotor dan sejahat apapun adanya kita , ketika pinta terucap dan niat baik tertancap dalam dada maka IA akan melimpahkan kemahaluasan kasih-sayang-NYA. DIA menginginkan makhluknya hidup damai, seiring sejalan saling membantu, mengingatkan, dan mengajari, demi kelangsungan & keselamatan hidup makhluk-NYA sendiri.

Adalah sangat sulit untuk mengawal hati dan perbuatan kita agar kedamaian hidup dapat teraih. Tanpa mengasah hati maka akan sulit bagi kita untuk membedakan mana kebaikan sejati dan mana kebaikan palsu yang menipu. Seperti mengasah pemotong yg harus menghadapkan, dan memerangkan alat pemotong dengan sebuah gerinda, lalu dengan apakah hati kita akan diasah? Mungkin tiap makhluk akan menemukan gerindanya masing-masing, namun pada sifatnya tentu akan menyakitkan.. Ya ALLAH, hamba tunduk & pasrah kepada-Mu...


--------------
 
Yaa ALLAH, hamba tunduk dan pasrah kepada-Mu... Hamba jelas-jelas tak mampu melukai-Mu, ataupun memberi mudharat, keburukan apapun terhadap-Mu. dan hamba pun tak mampu membuat-Mu lebih mulia, lebih bermartabat, ataupun memberi mashlahat, kebaikan apapun untuk-Mu. Apapun yang hamba lakukan, ENGKAU tetap berkuasa atas segala sesuatu di bumi yang kecil ini, di angkasa yg begitu luas hingga tak mampu kami jangkau, serta di semua tempat lain yg takkan pernah kami ketahui.

Yaa ALLAH.., ampunilah sgala dosa & ksalahan hamba yang sering kali menyerupakan sifat diri dengan sifat-sifat-Mu, padahal sedikit sekali yg hamba tahu dan sdikit skali yg hamba kuasai, itupun pemberian dari-Mu.


Yaa ALLAH.., sungguh hamba ingin mewujudkan damai di bumi, namun hamba hanya unsur kekuatan kecil dari makhluk-Mu. Begitu banyak pula tantangan dan hambatan dari makhluk-makhluk-Mu yang lain. Yaa ALLAH.., ENGKAU Mahatahu tentang diri hamba, tentang berbagai pinta hamba, tentang apa yg mereka lakukan di depan dan di belakang hamba.


Yaa ALLAH.., dengan segala keterbatasan ini sering kali hamba mempermalukan diri, sering pula menjadi bahan cemooh dan permainan hamba-hamba-Mu yg lain. Mereka hanya tidak mengetahui apa yang hamba lakukan dan hamba lewati. Yaa ALLAH.., perkara-perkara kecil juga snantiasa menyibukkan diri hamba, di saat hamba berpikir atas perkara-perkara yang jauh lebih besar. Sgalanya hamba pasrahkan pada-Mu, yaa ALLAH.., hamba hanya meminta kepada-Mu karena hamba hanya menyembah kepada-Mu.


Yaa ALLAH.., apapun yg harus hamba jalani, hamba berusaha selalu ikhlas, sebagai ketentuan dari-Mu.. ENGKAU Yang Mahatahu. Mungkin smua ini takkan memberi hamba kebaikan sebagai balasan, namun hamba berusaha takkan mengeluh.


Yaa ALLAH.., masukkanlah hamba melalui jalan masuk yg benar, keluarkanlah hamba melalui jalan keluar yg benar, dan anugerahkanlah kepada hamba kekuatan yg mampu menolong makhluk-makhluk-Mu yg lain.. Aamiin...

Holunthalo, 29 bulan 9 (Ramadhan) 1430H,

atau tanggal 19 bulan 9 (September) 2009M.




 

Friday, September 4, 2009

Dzat ﺍﷲ Tidak Bisa Dibayangkan

Al Imam asy-Syafi'i -semoga Allah meridlainya– berkata: 
"Barang siapa yang berusaha untuk mengetahui pengatur-Nya (Allah) hingga meyakini bahwa yang ia bayangkan dalam benaknya adalah Allah, maka dia adalah musyabbih (orang yang menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya), kafir. Dan jika dia berhenti pada keyakinan bahwa tidak ada tuhan (yang mengaturnya) maka dia adalah mu'aththil, atheis (orang yang meniadakan Allah). Dan jika berhenti pada keyakinan bahwa pasti ada pencipta yang menciptakannya dan tidak menyerupainya serta mengakui bahwa dia tidak akan bisa membayangkan-Nya maka dialah muwahhid (orang yang mentauhidkan Allah); muslim".
(Diriwayatkan oleh al Bayhaqi dan lainnya)




Tuesday, September 1, 2009

Tidur Adalah Kiasan (Satu Memorabilia)

Suatu malam seorang ibu mengantar puteri kecilnya tidur. Bersama sang ibu ia membaca doa tidur singkat بسمك ١ﻟﻟﮭﻤﺎ ١حيٵ و بسمك ١موٺ diikuti lafal tarjamahnya dengan nama-Mu yaa ١لله aku hidup, dan dengan nama-Mu aku mati…. Tanpa diduga anak empat tahun itu mengajukan pertanyaan, “Bunda, besok Dhe2 mati ya?”. “Bunda, ayah, dan yang lainnya, semua akan mati”, ibunya mulai penjelasan. “Tapi nanti ketemu lagi di syurga karena kita saling menyayangi..”, lanjut sang ibu. Entah apa yang ada di alam pikiran anak kecil itu, tapi kemudian ia menangis

HARUSKAH MERANA?
Tak lama kemudian pembicaraan beralih ke topik tentang jantung dan darah. “Kalau Dhe2 jatuh, biar berdarah, tapi gak nangis…”, katanya. Kemudian tiba-tiba ia mengatakan sesuatu yang membuat ibunya tersentak. Besok kalau gak ada Bunda, gak ada Tante –pengasuhnya (karena mati), Dhe2 mau jadi pengemis aja!. Kemudian ia menangis, sang ibu memeluknya dengan hangat. Entah apa yang dirasakannya, takut, sedih, atau cinta yang hilang? Hanya ia yang tahu imaginya sendiri. “Dhe2 masih punya Ayah, Kakak, Eyang, Oom, dan lainnya yang sayang sama Dhe2…”, ibunya mencoba menenangkannya. “Jadi gak boleh mengemis…”, lanjut ibunya. “Dhe2 anak pinter, nanti bisa bekerja untuk cari uang. Bunda pingin lihat Dhe2 besar dan punya anak…”. Pikiran putri kecil itu kemudian menerawang entah ke mana.

Sang ibu membiarkannya sesaat sampai putrinya bertanya kembali, dulu waktu Dhe2 kecil Bunda kasih nama Lauren, ya?. Sang ibu menjawab bahwa ayahnya yang memberi nama putrinya itu Lauren. Ketika ibunya bertanya kenapa, putri kecilnya tak menjawab. “Dhe2 suka (nama itu)?”, tanya ibunya. Yang ditanya hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. “Lauren itu artinya mahkota, supaya Dhe2 jadi putri yang cantik…”, ibunya menambahkan. Pembicaraan pun terus berlanjut, tentang keinginannya memiliki adik laki-laki, dan seterusnya hingga kegelapan malam mengantarkannya ke alam mimpi…

TIDUR ADALAH KIASAN
Ya, dari doa yang telah diajarkan dan kita panjatkan, tampaknya tidur adalah sebuah kiasan. Sebuah potret kecil dari gambaran peristiwa besar yang akan dialami semua ciptaan. Bagaimana laku kita sebelum tidur, akan menentukan bagaimana situasi tidur kita dan setelahnya. Jika sebelum tidur laku kita baik, saat tidurpun kita akan tenang, nyaman, dan tak jarang sambil mengulum senyum. Begitupun ketika mata hendak terpejam, perjalanan hari yang indah akan menyusup ke dalam ingatan. Sambil menerawang menembus langit-langit, hati terasa lega, semua terasa indah... Begitupun kurang lebih ketika peristiwa besar kematian kita pada saatnya menjelang... Wallahu a'lam bis shawwab...

"wahai nafs (diri/jiwa) yang tenang, kembalilah kepada Rabbmu dengan hati yang ridha lagi diridhai. maka masuklah ke dalam kumpulan hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku!" (QS Al-Fajr (89) : 27-30)

"O (thou) soul, in (complete) rest and satisfaction. "come back thou to thy Lord well pleased (thyself), and well-pleasing unto Him! enter thou, then among My devotees! Yea, enter thou My heaven!" (The Dawn: 27-30)



Friday, July 31, 2009

SETITIK CINTA KASIH


”Biarkanlah saja dulu
kita jalan berdua,
merekapun pernah muda,
saatnya Kau dan aku sekarang...”


Pada suatu kesempatan santai di rumah, penggalan lagu yang bertajuk Pernah Muda ini (sejatinya dilantunkan oleh Bunga Citra Lestari) tiba-tiba keluar dari mulut putri saya yang hendak menginjak usia empat tahun. Hal ini membuat saya geli dan selalu menggugah saya untuk tersenyum setiap kali mengingatnya...

CINTA MEMBUAT SEMUA NISCAYA
Sebelumnya tidak pernah menggandrungi lagu-lagu BCL, panggilan Bunga Citra Lestari, dan saya sebenarnya kurang suka dengan materi lagu yang dinyanyikan putri kecil saya tadi. Namun entah mengapa ada yang berubah sejak saya mendengar alunan lagu itu dari mulut mungil putri saya. Setidaknya saat ini saya jadi menyukai lagu itu. Saya punya secuil keyakinan bahwa lagu ini akan tetap dinyanyikan anak-anak muda hingga mungkin penyanyinya sendiri kelak telah tiada. Petikan gitar akustik dan sentuhan nada akordion yang padu menguatkan dugaan saya. Tapi kali ini saya tidak hendak membahas teknik instrumentalia ini, namun kearifan yang terkandung dalam cinta. Gambarannya, saya tidak menyukai lagu itu, namun ketika saya tahu bahwa putri saya menyukainya, saya jadi suka. Saya pernah membaca kata-kata seorang bijak, bahwa mencintai seseorang atau sesuatu berarti harus ikut mencintai apa yang dicintai oleh orang atau entitas yang kita cintai itu.

Dari sudut pendidikan putri saya, mungkin saya kurang suka bahwa putri saya yang masih kecil menyanyikan lagu remaja. Di sisi lain, saya bangga bahwa ia sudah berusaha belajar komunikasi verbal melalui pengenalan kata dan kalimat yang cukup kompleks. Adiknya sendiri meski telah mencapai usia 2 tahun belum memiliki perbendaharaan kata yang cukup untuk merangkai sebuah kalimat lengkap. Yang terjadi atas adiknya bagi saya pun tidak menjadi masalah karena kendatipun demikian ia tetap mampu memahami makna kalimat yang disampaikan oleh orang-orang di sekitarnya yang lebih tua. Saya yakin Sang Kuasa akan memberinya kemampuan yang memadai suatu saat nanti karena ia pun memiliki semangat belajar yang tinggi. Saya sangat menghargai setiap upaya belajar dari seseorang, apalagi jika hal itu dilakukan oleh anak-anak dan kaum tua. Mungkin seperti yang dialami setiap orang tua, tidak sekadar suka, namun juga bangga atas segala pencapaian putra-putrinya. Mungkin begitu pula yang terjadi dengan rasa suka saya terhadap lagu Pernah Muda itu. Saya mencintai apa yang dicintai oleh orang yang saya cintai, dalam hal ini putri saya, ketika sebelumnya saya mengira bahwa menyukai lagu BCL hampir tidak mungkin terjadi pada diri saya.

CINTA KASIH SEJATI PUN DIMILIKI ORANG-ORANG SEDERHANA
Dalam suatu perjalanan dengan seorang sahabat yang saya hormati baru-baru ini, saya mendapat cerita yang sangat menarik mengenai cinta kasih sejati. Awalnya saya punya dugaan bahwa cinta kasih semacam itu hanya terjadi pada orang-orang berpendidikan tinggi atau menguasai ilmu agama yang sedemikian luas. Bukan saja karena hal itu membutuhkan pengorbanan yang besar, namun juga kearifan tinggi yang hanya mudah dicapai jika syarat-syarat tersebut terpenuhi. Namun tampaknya dugaan saya salah! Ternyata di dusun terpencil di sekitar tempat pengabdian saya sekarang pun hal itu adalah sebuah keniscayaan.

Tersebutlah seorang pemuda, sebut saja si A, yang sangat dicintai ibunya. Bukan ibu kandungnya (karena kini sudah wafat), tapi ibu tiri, dan bukan sekadar ibu tiri satu-satunya, namun ibu tiri yang kesekian karena ayahnya beberapa kali menikah. A inipun sudah tidak lagi remaja, namun telah memiliki isteri dan anak. Ditambah lagi, si A ini tidak juga manis-tampan (meminjam istilah sahabat saya “gak ada imutnya...!”), yang biasa menjadi alasan untuk menyukai seseorang. Ibu tiri ini sangat menyayanginya, begitu pula terhadap isteri dan anak-anak si A. Anak-anak kandungnya tidak lebih istimewa daripada si A ini. Sebuah kamar tidur di rumah mereka disiapkan khusus untuknya, anak-anak lain tidak boleh mengambilnya. Begitu pula makanan kesukaan, akan beliau buatkan jika si A menginginkannya. Ketika si A sakit, beliau akan memijit, mengipasi dan menungguinya hingga si A terlelap. Bahkan sekadar untuk menyampaikan sesuatu yang sensitif, sang ibu bijak ini lebih dulu bertanya kepada isteri si A demi memastikan bahwa hati si A sedang lapang. Sang ibu sangat menghargai privasinya, menjaga perasaannya, sesuatu yang sangat jarang kita temui di era tayangan-tayangan beraroma domestic violence (kekerasan dalam rumah tangga) dewasa ini.

Ketika sahabat saya bertanya kepada si pemuda tentang alasan cinta kasih sang ibu ini, ia menjawab bahwa ibu (tiri)nya sangat menghargai ayahnya. “Kita sekarang bisa seperti ini, kamu semua ada, tak lain karena bapak si A”, demikian kata sang ibu bijak kepada anak-anak kandungnya. Luar biasa! Meskipun ditinggalkan dengan sejumlah anak, penghargaannya sebagai seorang isteri kepada ayah dari anak-anaknya tak pernah berubah. Pengabdiannya pun tetap wujud selamanya dengan turut mencintai anak-anaknya, meskipun dari isteri-isteri yang lain. Ya, bagaimanapun, dari rahim manapun dilahirkan, setiap anak adalah permata hati ayahnya. Mungkin di situlah ibu bijak ini menambatkan kearifan. Cinta kasih yang dimiliki beliau bukan didapatkan dari pendidikan yang tinggi, tidak juga dari keluasan ilmu agama. Mungkin tidak semua ilmu harus dikuasai seseorang sekadar untuk mengerti esensi cinta kasih. Ibu bijak ini tampaknya hanya berusaha mencintai orang-orang yang dicintai oleh orang yang dicintainya. Sebuah akar cinta sejati yang kadang sangat sulit kita capai.

Kisah ini selengkapnya sangat menyentuh. Untuk saya pribadi hal ini sangat berkesan dan menjadi semacam nostalgi karena saya memiliki pengalaman serupa dengan ibu (angkat) saya, ibu saya yang Jakal (Jawa Kalimantan). Ibu kandung dan ibu (angkat) saya memberikan perwujudan cinta kasih yang serupa yang tiada banding. Saya yakin, saya takkan pernah mampu membalas cinta kasih beliau berdua. Namun itu cerita yang lain, untuk saat ini... saya ingin beristirahat, sambil berharap bisa berjumpa dengan beliau berdua dan semua orang yang saya cintai, meski hanya dalam mimpi. Semoga alunan lembut BCL dalam nomor Pernah Muda akan mengantarkan saya ke sana...


Selamat Ulang Tahun, my Princess..., moga usiamu senantiasa barokah, Sayangku...

Selamat buat BCL atas penghargaan yang diterima di ajang Planet Muzik Award 2009, meski belum beruntung di 2 ajang lain yaitu Dahsyat Award 2009 dan Kid’s Choice Award 2009!

Bilang papamu
ku takkan buat Kau berubah
menjadi anak yang nakal,
Bilang mamamu
kucinta padamu
dan aku tak pernah main-main,

Biarkanlah saja dulu
kita jalan berdua,
merekapun pernah muda
pernah muda...

Bilang papamu berhenti urusin
semua urusan kau dan aku,
Bilang mamamu tak perlu
khawatir ataupun curiga kepadaku,

Biarkanlah saja dulu
kita jalan berdua,
merekapun pernah muda
saatnya Kau dan aku sekarang...

Biarkanlah saja dulu
kita jalan berdua,
merekapun pernah muda
saatnya Kau dan aku sekarang
saatnya Kau dan aku sekarang
saatnya Kau dan aku sekarang...

Written by Dewiq, sung by Bunga Citra Lestari, from album “Tentang Kamu” [2008]




Thursday, July 30, 2009

For What is Life

Kalo ALLAH Yang Mahasuci lagi Mahatinggi menginginkan kita CERDAS untuk kebaikan diri sendiri,

KAYA untuk kepentingan diri sendiri,

KUAT untuk kejayaan diri sendiri,

BAHAGIA untuk kepuasan diri sendiri,

tentulah DIA tidak akan menciptakan MANUSIA-MANUSIA dan MAKHLUK-MAKHLUK lainnya...



Putri, Berkah Untuk Semua

Belum reda euforia atas kemenangan Tim Nasional Sepakbola kita di ajang SEA Games XXXII Cambodia, kini bangsa Indonesia kembali dibuat bangg...